TERASJABAR.ID – Warganet banyak mempertanyakan Nasib dari Fiersa Besari usai ada kabar 2 orang dari rombongannya saat mendaki Carstensz, Papua dikabarkan meninggal dunia.
Bahkan Firesa sempat dinyatakan hilang kontak dan membuat sang istri, Siti Aqia juga ikut panik, namun kini Fiesa membuat tenang istri dan para penggemar setelah melakukan update dan mengunggah positingan perdana setelah tragedy maut.
Musisi tersebut mengatakan duka mendalam atas meninggalnya 2 pendaki wanita di Carstensz pada 28 Februari. Ia mendoakan agar dua pendaki yang meninggal akibat hipotermia itu, Lilie Wijayanti Poegiono dan Elsa Laksono diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan.
“Dalam tulisan ini, saya ingin memberikan ucapan belasungkawa yang terdalam. Turut berduka cita atas berpulangnya Bu Lilie Wijayanti Poegiono (Mamak Pendaki) dan Bu Elsa Laksono. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan. Semoga Bu Lilie dan Bu Elsa diberikan tempat terbaik di sisi-Nya,” tulis Fiersa.
- Pejuang Diet Merapat, Gini Tips Defisit Kalori yang Baik dan Benar
- Harga Kacang Kedelai Menggila, Pengrajin Tahu Hanya Bisa Pasrah Dari Kenyataan
- Chelsea Gigit Jari, Atletico Madrid Menangi Perebutan Alex Grimaldo
- Cedera Belum Pulih, Neymar Dipastikan Lewatkan Laga Brasil vs Haiti
- Utang dan Dugaan Hubungan Spesial, Inikah Motif WS di Sumedang Siram Bocah Kakak Adik dengan Air Aki?
Bung Fiesa juga meminta maaf karena baru bisa memberikan kabar, karena dirinya mengaku masih syok dan berduka setelah tragedy yang terjadi.
“Saya juga ingin meminta maaf karena baru mengabari perihal situasi Carstensz Pyramid (puncak tertinggi Indonesia dengan nama lain Puncak Jaya), karena kami yang berada di basecamp Yellow Valley pun merasa sangat syok dan berduka atas tragedi yang telah terjadi,”katanya
Fiersa juga beberkan jika medan tebing Carstensz Pyramid cukup curam dan berbahaya. Ia juga mengungkap bila pendaki rentan terkena hipotermia saat berada di ketinggian di atas 4000 MDPL dalam kondisi cuaca buruk.
Karena itu, pendaki perlu berhati-hati dan tak boleh diam terlalu lama demi mencegah terkena hipotermia.


















