terasjabar.id
Sabtu, 25 April 2026
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
No Result
View All Result
terasjabar.id
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
Sabtu, 25 April 2026
No Result
View All Result
terasjabar.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Kejati Jabar Didesak Segera Usut Penyimpangan Proyek PJU yang Libatkan Orang Dekat Gubernur

Herman by Herman
8 Des 2025 14:24
in Berita Utama, News
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Kejati Jabar Didesak Segera Usut Penyimpangan Proyek PJU yang Libatkan Orang Dekat Gubernur

 

TERASJABAR – Kejaksaan Tinggi Jabar (Kejati) Jabar harus segera melakukan pengusutan terhadap adanya dugaan korupsi dan gratifikasi dalam proyek Penerangan Jalan Umum (PJU) di Garut, Cirebon yang melibatkan oknum Dishub Jawa Barat, pengusaha dan orang dekat gubernur Dedi Mulyadi.

Praktisi hukum Anon Joemadi SH memberi alasan bahwa kasus tersebut harus segera diusut lantaran proyek tersebut diduga merugikan negara seratusan miliar rupiah. Hitungan kerugian negara menurut Anom dilihat dari nilai proyek yang Rp200 miliar lebih dari nilai sebenarnya hanya seratus miliaran. Lebih rinci Anom mengatakan bahwa besaran mark up dari herga tiang PJU yang hanya Rp13 juta per tiang dijual Rp33 juta.

“Dari sini saja sudah kelihatan mark upnya lebih dari 200 persen,” katanya.

Masyarakat harus ikut mengawasi proyek proyek yang diduga dikorupsi. Termasuk kasus PJU kata Anom jangan sampai menguap begitu saja. Apalagi saat ini prabowo sedang bersih-bersih terkait koruptor yang merajalela selama ini.

Dalam kasus PJU Anom yang juga sebagai ketua umum IPSBS (Ikatan Persaudaraaan Sumatera Barat Bagian Selatan) mendorong Kejati Jabar agar segera membongkar praktik curang tersebut termasuk orang yang diduga terlibat. “Menurut saya pemenang tender PT IDF  oknum dishub makelar AFR dan US segera diperiksa dan ditangkap agar terkuak semuanya,” ujar Anom.

Seperti diberitakan bahwa Kejati Jabar tengah melakukan penyelidikan terhadap dugaan korupsi penerangan jalan umum (PJU) di Garut dan Cirebon bernilai ratusan miliar.

Dalam proyek ini diduga menyeret dua nama yakni orang  berinisial AFR dan US. Keduanya termasuk orang penting karena diduga menjadi “makelar” atau calo proyek sehingga  proyek PJU bernilai ratusan miliar di Garut dan Cirebon dimenangkan sebuah perusahaan yang menjadi target kedua orang tersebut.

Menurut informasi, AFR dan US dalam praktiknya mencatut nama Gubernur Jabar Dedi Mulyadi untuk mempermudah atau memuluskan niatnya.

ADVERTISEMENT

Kasus proyek PJU ini dibongkar oleh  Asosiasi Pemuda Anti Korupsi (APAK). 

RELATED POSTS

BPK RI Periksa Dishub Jabar Terkait Proyek Penerangan Jalan Umum yang Diduga Rugikan Negara Ratusan Miliar

Kajati Jabar Diganti, APAK Berharap Kasus Penyelewengan PJU Segera Digarap hingga Tuntas

MAKI Ingatkan Kejati Jabar Jika Kasus Besar Dibiarkan Mangkrak Bisa di Praperadilankan 

Menunggu Gebrakan Kepala Kejaksaan Tinggi Jabar Hermon Dekristo 

Kasus PJU, Kejati Diam- diam Sudah Panggil Pejabat Dishub Jabar

Ketua Asosiasi Pemuda Anti Korupsi (APAK) Jabar Yadi Suryadi, mengaku sudah menyerahkan bukti bukti kuat adanya penyimpangan dalam proyek PJU di Garut dan Cirebon.

Pemenangan dalam tender proyek oleh sebuah perusahaan tak lepas dari peran dua orang berinisial AFR dan US yang merupakan pentolan di organisasi pengusaha dan  satu lagi adalah orang dekat Gubernur Jabar. 

Untuk memuluskan usahanya sebagai “makelar” proyek, AFR dan US, kata Yadi, sempat bolak balik ke Garut untuk menemui orang penting di Garut. Berkat orang penting inilah, akhirnya proyek PJU itu dimenangkan oleh perusahaan yang jadi target AFR dan US.

HARGA RP13 JUTA DIJUAL RP32 JUTA

Yang mengejutkan adalah proyek tersebut sangat merugikan negara. Menurut Yadi, satu tiang PJU Rp13 juta dijual Rp32 juta. “Jadi mark upnya Rp19 juta per tiang,” katanya.

Tiang tiang PJU itu diproduksi di sebuah pabrik yang berlokasi di Gunung Putri Bogor. Yadi mengatakan, Kejati Jabar harus segera mengungkap perkeliruan di tubuh Dishub Jabar ini.

Yadi menduga kedua orang tersebut mendapat gratifikasi sebesar Rp7 miliar dari nilai proyek Rp200 miliar. Tender proyek senilai itu dimenangkan PT IDF.

Yadi menambahkan bahwa  hasil temuan timnya di lapangan dalam praktiknya AFR dan US mencatut nama gubernur untuk memuluskan tender proyek itu.

Yadi mengungkapkan setelah pihaknya meminta penjelasan dari Dinas Perhubungan Jawa Barat, data yang diterima justru memperkuat temuan mereka.

Adapun pihak-pihak yang diduga terlibat, menurut Yadi, berasal dari unsur ASN yakni yang berinisial TG dan DN, kemudian ada seorang anggota tim teknis pada Dishub Jabar berinisial AG, lalu US dan AFR dari organisasi pengusaha. .

“Semua pihak diduga terlibat dalam skema pengondisian tender dengan mencatut nama gubernur sebagai legitimasi,” ujarnya.

Adapun transaksi gratifikasi disebut terjadi pada Agustus 2025 di sebuah tempat makan di kawasan Setiabudi, Kota Bandung, dengan nilai mencapai Rp7 miliar untuk pekerjaan PJU yang dianggarkan daerah senilai Rp200 miliar.

“Yang menjual nama itu dari pihak organisasi pengusaha, bukan ASN. Informan kami menyebut transaksi sekitar Rp7 miliar (untuk fee UPTD) dari utusan YL, manajer IDF dalam pecahan 100 dolar AS kepada oknum ASN,” ucapnya.

Dugaan pelanggaran ini, kata Yadi telah dilaporkan APAK ke Kejati Jabar dengan dilengkapi berbagai barang bukti, berupa foto, tangkapan layar percakapan WhatsApp, serta lima orang yang siap memberikan kesaksian terkait dugaan praktik gratifikasi tersebut.

Yadi menilai persoalan inti bukan hanya soal aliran uang, melainkan penyalahgunaan nama gubernur dalam proses pemenangan tender untuk memuluskan penunjukan mereka dalam proyek PJU di sejumlah wilayah.

“Ada indikasi bahwa ada pihak yang menjual nama gubernur dalam proyek PJU di Jawa Barat,” ujar Yadi.

Yadi menegaskan praktik pencatutan nama gubernur tersebut, mencoreng kredibilitas pemimpin daerah. “Padahal Gubernur sedang gencar melakukan program antikorupsi, tetapi di bawah justru ada oknum struktural yang melakukan hal yang bertentangan,” tutur Yadi.***

Tags: Anom joemadiKejati JabarPJU
ShareTweetSend

Related Posts

BPK RI Periksa Dishub Jabar Terkait Proyek Penerangan Jalan Umum yang Diduga Rugikan Negara Ratusan Miliar
Berita Utama

BPK RI Periksa Dishub Jabar Terkait Proyek Penerangan Jalan Umum yang Diduga Rugikan Negara Ratusan Miliar

19 Apr 2026 10:32
Kajati Jabar Diganti, APAK Berharap Kasus Penyelewengan PJU Segera Digarap hingga Tuntas
News

Kajati Jabar Diganti, APAK Berharap Kasus Penyelewengan PJU Segera Digarap hingga Tuntas

14 Apr 2026 04:45
MAKI Ingatkan Kejati Jabar Jika Kasus Besar Dibiarkan Mangkrak Bisa di Praperadilankan 
Berita Utama

MAKI Ingatkan Kejati Jabar Jika Kasus Besar Dibiarkan Mangkrak Bisa di Praperadilankan 

13 Apr 2026 03:53
Menunggu Gebrakan Kepala Kejaksaan Tinggi Jabar Hermon Dekristo 
Berita Utama

Menunggu Gebrakan Kepala Kejaksaan Tinggi Jabar Hermon Dekristo 

8 Apr 2026 18:36
Kasus PJU, Kejati Diam- diam Sudah Panggil Pejabat Dishub Jabar
Berita Utama

Kasus PJU, Kejati Diam- diam Sudah Panggil Pejabat Dishub Jabar

29 Mar 2026 18:48
Kajati Jabar Lantik Kajari Kuningan, Garut dan Tasikmalaya
Berita Utama

Kajati Jabar Lantik Kajari Kuningan, Garut dan Tasikmalaya

27 Mar 2026 18:35
Next Post
Remaja 14 Tahun  Berkubutuhan Khusus Hanyut di Citarum Katapang

Remaja 14 Tahun Berkubutuhan Khusus Hanyut di Citarum Katapang

H. Untung Lantik Ketua Depicab SOKSI Kab. Garut Periode 2025-2030

H. Untung Lantik Ketua Depicab SOKSI Kab. Garut Periode 2025-2030

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
DATANG LANGSUNG! HokBen Miko Mall Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

DATANG LANGSUNG! HokBen Miko Mall Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

19 Apr 2026 16:46
BUAT TAMATAN SMA SMK! KAI Services Buka Loker Resepsionis

BUAT TAMATAN SMA SMK! KAI Services Buka Loker Resepsionis

22 Apr 2026 17:37
5 POSISI! Richeese Factory Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

5 POSISI! Richeese Factory Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

13 Apr 2026 16:10
Ada 3 Posisi! Yogya Group Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

Ada 3 Posisi! Yogya Group Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

19 Apr 2026 16:25
Menakar Perspektif PKB Kota Cirebon 2029.

Menakar Perspektif PKB Kota Cirebon 2029.

0
Layanan Adminduk Kota Bandung Terintegrasi, Mengikuti Setiap Fase Kehidupan Warga

Layanan Adminduk Kota Bandung Terintegrasi, Mengikuti Setiap Fase Kehidupan Warga

0
Semifinal FA Cup 2026: Chelsea vs Leeds, Siapa Melaju ke Final?

Semifinal FA Cup 2026: Chelsea vs Leeds, Siapa Melaju ke Final?

0
Gula Darah Tinggi? Ini Cara Mengatasinya dengan Tepat!

Gula Darah Tinggi? Ini Cara Mengatasinya dengan Tepat!

0
Menakar Perspektif PKB Kota Cirebon 2029.

Menakar Perspektif PKB Kota Cirebon 2029.

25 Apr 2026 10:17
Layanan Adminduk Kota Bandung Terintegrasi, Mengikuti Setiap Fase Kehidupan Warga

Layanan Adminduk Kota Bandung Terintegrasi, Mengikuti Setiap Fase Kehidupan Warga

25 Apr 2026 09:51
Benarkah Makanan Manis Picu Diabetes pada Anak?

Benarkah Makanan Manis Picu Diabetes pada Anak?

25 Apr 2026 06:03
Waspada! Ini Gejala Awal Gula Darah Tinggi pada Tubuh

Waspada! Ini Gejala Awal Gula Darah Tinggi pada Tubuh

25 Apr 2026 05:32
  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Sertifikat JMSI
Hubungi Kami : [email protected]

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Opini
  • Indeks Berita

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.