terasjabar.id
Minggu, 25 Januari 2026
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
No Result
View All Result
terasjabar.id
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
Minggu, 25 Januari 2026
No Result
View All Result
terasjabar.id
No Result
View All Result
Home News

Biaya Siluman dan Pungutan Ilegal, Faktor yang Membuat Upah Buruh Tak Kunjung Naik

Eka Purwanto by Eka Purwanto
30 Agu 2025 07:12
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Biaya Siluman dan Pungutan Ilegal, Faktor yang Membuat Upah Buruh Tak Kunjung Naik

Adian Napitupulu.

TERASJABAR.ID – Sekitar 30% dari biaya produksi di Indonesia kerap habis untuk apa yang disebut sebagai biaya siluman.

Bentuknya macam-macam. Ketika pejabat ulang tahun ada setoran, istri dan anak pejabat pun minta setoran, belum lagi saat mereka liburan, hingga berbagai pungutan saat mengurus izin mendirikan pabrik, izin tenaga kerja, atau izin lainnya.

Semua itu ujung-ujungnya dibebankan kepada pengusaha.

Demikian dikatakan Adian Napitupulu dalam YouTube Rakyat Bersuara, Inews yang tayang 29 Agustus 2025, (Kacau! 30 Persen Biaya Produksi Pabrik Untuk Ulang Tahun Hingga Liburan Pejabat, Bukan Untuk Buruh).

Untuk menutup biaya tambahan tersebut, menurut Adian, pengusaha biasanya mengambil jalan pintas dengan menekan titik terlemah: yaitu buruh.

BACA JUGA: Insiden Ojol Tewas, Ombudsman RI Tekankan Profesionalisme Aparat dalam Pengamanan Aksi Unjuk Rasa

RELATED POSTS

No Content Available

Upah buruh ditekan serendah mungkin agar ongkos produksi tetap terkendali.

Padahal, bila praktik pungutan dan biaya siluman ini bisa diberantas, maka secara otomatis ada ruang bagi kenaikan upah buruh hingga potensial 30%.

Hal ini bukan sekadar wacana baru. Almarhum Munir sejak tahun 1990-an sudah meneliti fenomena tersebut, khususnya di Surabaya.

Ia menyoroti bagaimana pungutan liar dalam rantai produksi membuat beban pengusaha semakin berat, dan akhirnya buruh yang dikorbankan.

ADVERTISEMENT

Perbandingan paling nyata bisa dilihat dengan Malaysia.

Buruh sawit di sana bisa mendapat gaji lebih tinggi hingga Rp3 juta dibanding buruh di Indonesia, padahal kondisi perkebunannya sama—mulai dari jenis tanaman, pupuk, hingga produknya.

Bedanya, di Malaysia tidak ada pemerasan dalam bentuk biaya siluman terhadap pengusaha.

Oleh karena itu, kasus terbaru yang mencuat sekarang seharusnya tidak berhenti hanya sebagai isu politik atau gosip seputar tokoh tertentu.

Yang lebih penting adalah menjadikan momentum ini sebagai pembelajaran bersama.

“Jika biaya-biaya siluman bisa dihapus, maka buruh akan lebih sejahtera, upah akan meningkat, dan kehidupan pekerja di Indonesia bisa berubah lebih baik” pungkasnya.-***

Tags: Biaya SilumanPungutan IlegalUpah Buruh. Tak Naik
ShareTweetSend

Related Posts

No Content Available
Next Post
YOGYA MEMBARA! Sri Sultan Hamengku Buwono X Turun Langsung Redakan Aksi di Mapolda DIY

YOGYA MEMBARA! Sri Sultan Hamengku Buwono X Turun Langsung Redakan Aksi di Mapolda DIY

5 Kg Hanya Rp 60.000! Warga Cibeunying Kidul Antusias Ikut Program Beras Murah

5 Kg Hanya Rp 60.000! Warga Cibeunying Kidul Antusias Ikut Program Beras Murah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Saksikan MasterChef Indonesia S13, Berikut Jadwal Acara RCTI Hari Ini Sabtu 13 Desember 2025

Jadwal Acara RCTI Sabtu 24 Januari 2026, Ada MasterChef Indonesia S13, Simak Jam Tayangnya

24 Jan 2026 11:01
Ormas PP dan Gibas Bentrok di Kafe Lembang, Satu Tewas Empat Luka

Ormas PP dan Gibas Bentrok di Kafe Lembang, Satu Tewas Empat Luka

21 Jan 2026 22:05
Longsor Terjang Cisarua Bandung Barat, Timbun Puluhan Rumah, 6 Orang Dilaporkan Meninggal, 84 Orang Dalam Pencarian

Longsor Terjang Cisarua Bandung Barat, Timbun Puluhan Rumah, 6 Orang Dilaporkan Meninggal, 84 Orang Dalam Pencarian

24 Jan 2026 12:02
Pendaftar Tembus 261 Pelamar, Pansel KPI Ajak Talenta Terbaik Kawal Penyiaran Nasional

Pendaftar Tembus 261 Pelamar, Pansel KPI Ajak Talenta Terbaik Kawal Penyiaran Nasional

20 Jan 2026 13:33
Bojan Hodak

Jelang Persib Bandung vs PSBS Biak, Pelatih Bojan Hodak Ungkap Hal Ini

0
Dipinjam dari Aston Villa, Transfer Permanen Donyell Malen Menunggu Syarat Khusus

Roma vs Milan: Donyell Malen Masuk XI Awal, Nkunku Ungguli Pulisic

0
Barcelona Lepas Dro Fernandez ke PSG, Nilai Transfer Tembus €8 Juta

Barcelona Lepas Dro Fernandez ke PSG, Nilai Transfer Tembus €8 Juta

0
Saksikan MasterChef Indonesia S13, Berikut Jadwal Acara RCTI Hari Ini Sabtu 13 Desember 2025

Saksikan MasterChef Indonesia S13, Berikut Jadwal Acara RCTI Minggu 25 Januari 2025

0
Bojan Hodak

Jelang Persib Bandung vs PSBS Biak, Pelatih Bojan Hodak Ungkap Hal Ini

25 Jan 2026 16:57
Dipinjam dari Aston Villa, Transfer Permanen Donyell Malen Menunggu Syarat Khusus

Roma vs Milan: Donyell Malen Masuk XI Awal, Nkunku Ungguli Pulisic

25 Jan 2026 16:54
Barcelona Lepas Dro Fernandez ke PSG, Nilai Transfer Tembus €8 Juta

Barcelona Lepas Dro Fernandez ke PSG, Nilai Transfer Tembus €8 Juta

25 Jan 2026 16:38
Saksikan MasterChef Indonesia S13, Berikut Jadwal Acara RCTI Hari Ini Sabtu 13 Desember 2025

Saksikan MasterChef Indonesia S13, Berikut Jadwal Acara RCTI Minggu 25 Januari 2025

25 Jan 2026 16:30
  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Sertifikat JMSI
Hubungi Kami : [email protected]

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Opini
  • Indeks Berita

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.