terasjabar.id
Jumat, 13 Februari 2026
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
No Result
View All Result
terasjabar.id
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
Jumat, 13 Februari 2026
No Result
View All Result
terasjabar.id
No Result
View All Result
Home Opini

Prof “PRD” Minta maaf Mengaku Pernah Bisnis di UPP dan Waketum JoMan Mengaku Makan Siang dengan Widodo

Herman by Herman
25 Jun 2025 06:24
in Opini
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Roy Suryo

Oleh: Dr. KRMT Roy Suryo, M.Kes

Tulisan ini sengaja dibuka dengan Pribahasa “Sepintar-pintarnya bangkai ditutupi, baunya tetap tercium juga” menggambarkan suatu kejahatan yang ditutup-tutupi atau disembunyikan, Ibarat bangkai, makin lama malahan baunya kian menyengat dan akan ketahuan. Demikian juga dengan Kasus Ijazah Palsu yang makin kesini makin terbongkar apa dan bagaimana yang terjadi sebenarnya. Sebuah kejahatan besar yang sudah lama ditutup-tutupi, akhirnya terkuak juga akibat kejelian Masyarakat (terutama Netizen +62) dan Pertolongan (Kuasa) Allah melalui “Tangan-tanganNya”. Mulai dari ketidak identikan Ijazah FKT-UGM No 1120 dengan Tiga Ijzah Pembanding (No 1115, 1116 dan 1117) sampai temuan soal UPP (Universitas Pasar Pramuka).

Sebagaimana kemarin sudah banyak juga diungkap di berbagai kanal PosCast seperti Hersubeno Point, Off The Record FNN, Edy Mulyadi Channel, hingga Sentana TV dan media-media online serta mainstream TV, ada Pesan WA (WhatsApp) ke saya pada Awal bulan lalu, tepatnya Selasa 06/05/25 pukul 07.41 WIB dari seorang Mantan Wakil Menteri Desa yang sekarang jadi Rektor Universitas Moestopo Beragama / Jakarta Internasional, Prof Paiman Rahardjo Dwijonegoro (PRD). PRD yang juga selaku Ketua Umum Relawan Sedulur JkW serta dihadiahi Komisaris BUMN di era Rezim kemarin.

Terus terang pesan WA dari PRD yang cukup panjang saat itu sempat saya abaikan, karena terkesan tidak sopan, meski diawali dengan kalimat (sok) akrab namun ada nuansa intimidasi menyangkut keluarga saya serta ada (permintaan atau desakan?) agar saya meminta maaf kepada JkW karena dianggapnya saya tidak memiliki hak untuk membongkar Kasus Ijazah Palsu itu. Ironis sekali, sekelas Profesor bidang Administrasi Negara tidak faham UU No. 14 th 2008 tentang KIP (Keterbukaan Informasi Publik), khususnya Pasal 18 ayat 2.

Karena sudah banyak dikutip isinya di berbagai PodCast dan Media diatas, maka WA PRD itu tidak perlu saya tuliskan lagi disini, karena disamping terlalu panjang juga masih menghormati Privacy. Meski banyak pihak yang menyarankan agar saya melakukan tuntutan hukum terhadap PRD, namun karena kita harus fokus terhadap Kasus utamanya yakni Ijazah (dan berbagai dokumen pendukungnya, termasuk Skripsi dsb yang Palsu) maka untuk sementara diabaikan dulu saja.

Menariknya setelah ada Ulasan dari Pengamat Intelijen Senior, Bp Kol (Pur) TNI Sri Rahardja Chandra, MBA (SRC), yang dimuat di www.cerinews.id/2025/06/22/ada-apa-dengan-mantan-wakil-menteri-desa-terkait-kasus-dugaan-ijazah-palsu-jokowi/ sebagaimana sudah saya ulas juga sebelumnya, PRD-pun mengirimkan WA kembali kepada saya kemarin, Selasa 24/06/25 pukul 08.37 WIB yang intinya Meminta maaf atas WA (yang dianggap “Intimidatif”) itu dan mengakui bahwa sejak 1997 memang punya bisnis Pengetikan, Fotocopy dsb di UPP, namun tidak sampai percetakan dan sudah ditutup (?) tahun 2002 semenjak jadi Kaprodi di sebuah Universitas swasta.

Menariknya lagi, SRC juga kembali menulis ulasan sangat menohok dan sekaligus membantah pernyataan PRD tersebut di indonesiawatch.id/mengapa-paiman-raharjo-klaim-batas-waktu-kepemilikan-kios-percetakan/ yang intinya ada beberapa saksi yang siap memberikan keterangan untuk menyangkal statemen PRD, termasuk sebenarnya Usahanya tidak ditutup namun malahan pindah ke belakang agar lebih aman dan masih berlangsung sampai 2017. Sampai-sampai SRC menyebut pernyataan PRD di Kanal YouTube Suara Anda ibarat center back melakukan blunder Gol bunuh diri karena memasukan bola ke gawang sendiri.

Perkembangan terbaru jika mengingat nama-nama yang sempat disebut oleh kader senior PDIP Bambang Beathor Suryadi (BBS), dimana orangnya jelas masih ada, bukan seperti HoaX yang disebarkan oleh YouTuber betina anggota Gerombolan “Ceboker Nusantara”” yang mengaku-aku “Anak Jenderal” itu. BBS menyitir dari 6 (enam) nama Tim Solo dan Jakarta, ada nama yang sangat mengetahui proses pembuatan Ijazah Palsu di UPP tahun 2012 tersebut, yakni Widodo. Ini sekaligus menjawab pertanyaan masyarakat kenapa Mantan Gubernur Lemhanas yang sempat menjadi Tim juga, tidak secara tegas mengiyakan soal Ijazah Palsu versi UPP ini.

RELATED POSTS

Kaleidoskop 2025: Roy Suryo dan Delapan Tersangka Kasus Ijazah Palsu Jadi Sorotan Nasional

“Saat Ayah Pulang kepada Makna”

Karma Politik Jokowi? Dulu Tinggalkan PDIP, Kini Projo Berpaling

KONTROVERSI MENKEU PURBAYA VS GUBERNUR JABAR KANG DEDI MULYADI: JALAN MENUJU KESEJAHTERAAN SOSIAL 

MALU , Tanda Hidupnya Hati

ADVERTISEMENT

Secara tak diduga -sekalilagi ini mungkin berkat Pertolongan Allah SWT- semacam keseleo lidahnya WaRek I UGM Prof Wening Udasworo yang mengatakan JkW adalah Lulusan Fakultas Kedokteran (?), kemudian Pengakuan jujur Ir. Kasmudjo yang secara tegas membantah statemen JkW tanggal 19/12/17 lalu soal “Dosen Pembimbing” (baik DosPem Skripsi maupun DosPem Akademiknya, kemudian berbagai Kesalahan Fatal menyangkut Alat-alat Bukti yang dipaparkan oleh Bareskrim Polrii tanggal 22/05/25 lalu.

Disamping itu statemen (yang mungkin dibawah alam sadarnya) dikatakan oleh Andi Azwan (AA) Wakil Ketua JoMan / Jokowi Mania dalam acara AKIM / Apa Kabar Indonesia Malam Selasa 24/06/25 yang YouTube-nya bisa dilihat di youtu.be/6T3Ezp__vyY Dipandu presenter Venna Kintan, AA malah menjelaskan bahwa dia memiliki hubungan dekat dengan Widodo, bahkan di menit ke-10, AA mengatakan : “… Baru kemarin saya makan siang bareng …”. Namun ketika dikejar pertanyaan “… Apa yang dibahas ketika Makan Siang bareng? …” AA sadar dan ngeles seperti Bajaj ” … Ah, itu tidak usah dibahas …” katanya.

Kesimpulannya, seharusnya Polri gerak cepat memeriksa minimal mengklarifikasi nama-nama yang disebut BBS dan SRC ini, mulai dari Prof Paiman Rahardjo Dwidjonegoro, Widodo, hingga Andi Azwan, karena keterangan mereka saling terkait dan berkesesuaian dengan Kasus Ijazah Palsu tersebut. Bukan malah repot mengklarifikasi tokoh-tokoh lagi hanya berdasarkan permintaan Pelapor yang tak jelas legal-standingnya dan mau menggunakan Pasal “Penghasutan” 160 KUHP dan Pasal 28 UU ITE, padahal sudah jelas ada Putusan MK yang menegasikan Pasal-pasal tersebut di kasus ini. Meski bagaimanapun, tetap utamakan #AdiliJokowi dan #MakxulkanFufufafa

)* Dr. KRMT Roy Suryo, M.Kes – Pemerhati Telematika, Multimedia, AI dan OCB Independen – Jakarta, Rabu 25 Juni 2025

Tags: JokowiOpiniroy suryo
ShareTweetSend

Related Posts

Kaleidoskop 2025: Roy Suryo dan Delapan Tersangka Kasus Ijazah Palsu Jadi Sorotan Nasional
Ragam

Kaleidoskop 2025: Roy Suryo dan Delapan Tersangka Kasus Ijazah Palsu Jadi Sorotan Nasional

19 Des 2025 14:09
“Saat Ayah Pulang kepada Makna”
Berita Utama

“Saat Ayah Pulang kepada Makna”

7 Nov 2025 07:17
Loyalitas yang Mulai Bergeser! Projo Tegaskan Jati Diri Baru dan Sinyal Dukungan Politik ke Gerindra
Berita Utama

Karma Politik Jokowi? Dulu Tinggalkan PDIP, Kini Projo Berpaling

2 Nov 2025 20:06
KONTROVERSI MENKEU PURBAYA VS GUBERNUR JABAR KANG DEDI MULYADI: JALAN MENUJU KESEJAHTERAAN SOSIAL 
Berita Utama

KONTROVERSI MENKEU PURBAYA VS GUBERNUR JABAR KANG DEDI MULYADI: JALAN MENUJU KESEJAHTERAAN SOSIAL 

28 Okt 2025 03:01
MALU , Tanda Hidupnya Hati
Berita Utama

MALU , Tanda Hidupnya Hati

23 Okt 2025 18:18
Ikhlas, Tanda Kematangan Cinta
Berita Utama

Ikhlas, Tanda Kematangan Cinta

18 Okt 2025 12:43
Next Post
Persib Bandung vs Western Sydney Selain Jalalive

Persib Bandung Siap Umumkan Dua Pemain Asing Anyar Lewat Mobitron, Ada Kejutan untuk Bobotoh

Jadon Sancho

Juventus dan Manchester United Dijadwalkan Bahas Transfer Jadon Sancho Musim Panas Ini

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Makna Ketidakhadiran Presiden di HPN

Makna Ketidakhadiran Presiden di HPN

9 Feb 2026 11:41
Mirip Beach Club Bali, On The Rock Drini, Resto Tebing Karst Baru di Gunungkidul

Mirip Beach Club Bali, On The Rock Drini, Resto Tebing Karst Baru di Gunungkidul

10 Feb 2026 13:51
Waduh, Selang Urine Tertinggal di Ginjal Pasien, Dokter Dilaporkan ke Polda Jabar usai MPDKI Vonis Bersalah

Waduh, Selang Urine Tertinggal di Ginjal Pasien, Dokter Dilaporkan ke Polda Jabar usai MPDKI Vonis Bersalah

5 Des 2025 19:03
Setelah Mercy Terbakar di Lingkar Nagreg, Kini Sebuah Mobil Terbakar Tol Purbaleunyi

Setelah Mercy Terbakar di Lingkar Nagreg, Kini Sebuah Mobil Terbakar Tol Purbaleunyi

9 Feb 2026 16:17
Industri Makanan dan Minuman Perkuat Kinerja IPNM, Kemenperin Dorong Hilirisasi Terintegrasi

Industri Makanan dan Minuman Perkuat Kinerja IPNM, Kemenperin Dorong Hilirisasi Terintegrasi

0
Mensos Minta Pendamping PKH Datangi 11 Juta Peserta PBI yang Dinonaktifkan

Mensos Minta Pendamping PKH Datangi 11 Juta Peserta PBI yang Dinonaktifkan

0
Kemensos dan BPS Lakukan Groundcheck 11 Juta PBI-JKN yang Dinonaktifkan, Target Tuntas Dua Bulan

Kemensos dan BPS Lakukan Groundcheck 11 Juta PBI-JKN yang Dinonaktifkan, Target Tuntas Dua Bulan

0
Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Senin 9 Februari 2026: Galeri 24 dan UBS Stabil

Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Jumat 13 Februari 2026: Ada Galeri 24 dan UBS

0
Industri Makanan dan Minuman Perkuat Kinerja IPNM, Kemenperin Dorong Hilirisasi Terintegrasi

Industri Makanan dan Minuman Perkuat Kinerja IPNM, Kemenperin Dorong Hilirisasi Terintegrasi

13 Feb 2026 11:20
Pernah Keguguran? Begini Cara Menjaga Kehamilan Berikutnya

Pernah Keguguran? Begini Cara Menjaga Kehamilan Berikutnya

13 Feb 2026 11:02
Mensos Minta Pendamping PKH Datangi 11 Juta Peserta PBI yang Dinonaktifkan

Mensos Minta Pendamping PKH Datangi 11 Juta Peserta PBI yang Dinonaktifkan

13 Feb 2026 10:56
Kemensos dan BPS Lakukan Groundcheck 11 Juta PBI-JKN yang Dinonaktifkan, Target Tuntas Dua Bulan

Kemensos dan BPS Lakukan Groundcheck 11 Juta PBI-JKN yang Dinonaktifkan, Target Tuntas Dua Bulan

13 Feb 2026 10:39
  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Sertifikat JMSI
Hubungi Kami : [email protected]

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Opini
  • Indeks Berita

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.