TERASJABAR.ID — Anggota Komisi III DPRD Kota Bandung, Yoel Yosaphat, S.T., mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk segera memperbaiki kondisi jalan rusak serta mengatasi minimnya penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah titik. Ia menilai, dengan ketersediaan anggaran yang cukup, persoalan tersebut seharusnya bisa segera ditangani.
Menurut Yoel, kualitas jalan dan penerangan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak boleh diabaikan. Ia menegaskan, dengan anggaran yang telah dialokasikan, kondisi jalan yang rusak maupun gelap seharusnya tidak lagi menjadi persoalan yang berlarut.
“Anggaran sudah tersedia, sehingga perbaikan jalan dan penambahan PJU harusnya bisa lebih optimal. Jalan tidak seharusnya rusak, dan penerangan tidak boleh minim,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, pada tahun ini Pemkot Bandung telah mengalokasikan sekitar Rp300 miliar untuk perbaikan infrastruktur jalan. Dengan nilai tersebut, Yoel berharap proses perbaikan dapat segera direalisasikan secara maksimal.
Namun demikian, ia menilai kendala yang terjadi kemungkinan bukan pada anggaran, melainkan pada aspek teknis, mekanisme, atau pelaksanaan di lapangan.
Hal ini, menurutnya, perlu menjadi perhatian serius bagi dinas terkait.
“Kemungkinan persoalannya ada pada mekanisme atau pelaksanaan. Karena dari sisi anggaran, sebenarnya sudah cukup,” katanya.
Yoel juga menyebut, Komisi III DPRD Kota Bandung sejauh ini belum membahas secara spesifik terkait kondisi jalan dan PJU bersama mitra kerja. Pembahasan yang dilakukan masih sebatas rencana kerja dan penganggaran secara umum.
Lebih lanjut, ia menyoroti kondisi cuaca ekstrem yang belakangan terjadi di Kota Bandung. Menurutnya, faktor cuaca tidak seharusnya dijadikan alasan terhambatnya perbaikan jalan. Dinas terkait dinilai harus mampu mengantisipasi dan menyesuaikan jadwal pekerjaan dengan kondisi cuaca.
“Curah hujan tinggi seharusnya sudah bisa diprediksi. Perencanaan perbaikan jalan juga harus menyesuaikan dengan kondisi tersebut, termasuk di wilayah rawan banjir,” ungkapnya.
Selain itu, Yoel menekankan pentingnya menjaga kualitas pekerjaan di lapangan. Ia mengingatkan agar pelaksanaan proyek perbaikan jalan diawasi secara ketat agar sesuai dengan spesifikasi teknis, sehingga hasilnya lebih tahan lama.
“Kualitas pekerjaan harus dijaga dan diawasi. Jangan sampai baru diperbaiki, jalan sudah rusak kembali,” tegasnya.















