TERASJABAR.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mempromosikan strategi pengembangan wisata ramah Muslim dalam forum Halal In Travel Global Summit 2026 di Singapura sebagai upaya menarik lebih banyak wisatawan mancanegara sekaligus memperluas peluang kerja sama internasional di sektor pariwisata.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat Iendra Sofyan, mewakili Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, memaparkan strategi pengembangan wisata ramah Muslim melalui pendekatan 5A yang mencakup administrasi, atraksi, akses, amenitas, dan advertising.
Iendra menjelaskan, strategi tersebut menjadi dasar pengembangan destinasi wisata yang memberikan kenyamanan bagi wisatawan Muslim, mulai dari kepastian layanan, kemudahan akses, hingga tersedianya fasilitas pendukung di berbagai destinasi.
Pemprov Jawa Barat juga menghadirkan Smiling West Java Muslim Friendly Tourism Award sebagai dorongan bagi pemerintah kabupaten dan kota untuk menerapkan standar wisata ramah Muslim secara berkelanjutan.
Upaya tersebut membuahkan hasil dengan diraihnya peringkat pertama Jawa Barat pada Indonesia Muslim Travel Index 2025, yang memperkuat daya saing daerah di sektor pariwisata ramah Muslim.
“Jawa Barat adalah salah satu provinsi terbesar di Indonesia. Penduduk kami berjumlah 50 juta dan populasi Muslimnya ada sekitar 67 persen. Selain itu kami memiliki banyak destinasi, sehingga potensi yang ada tersebut kami optimalkan untuk pengembangan wisata ramah Muslim. Kami memetakan apa saja yang harus dipenuhi sebagai penilaian, baik dari pemerintah maupun stakeholder terkait lainnya,” ujar Iendra.
“Strategi kami adalah 5A. Pertama adalah administrasi termasuk pengadaan lisensi, itu dapat memberi jaminan kepada wisatawan agar merasa lebih nyaman. Berikutnya adalah atraksi, karena kami punya potensi alam, budaya, dan lainnya. Ketiga yaitu akses, di mana Jawa Barat memiliki jaringan jalan tol yang panjang dan dilintasi oleh kereta cepat. Selanjutnya ada amenitas atau fasilitas yang mendukung wisatawan Muslim, serta A terakhir adalah advertising sebagai media promosi,” jelasnya.
Iendra mengajak berbagai negara di Asia memperkuat kerja sama promosi wisata ramah Muslim agar mampu menarik lebih banyak wisatawan dari berbagai negara.
“Kami berkomitmen dan terus berupaya meningkatkan pelayanan bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara. Saya pikir kita harus bekerja sama dari sisi promosi, karena setidaknya di Asia mayoritas penduduknya adalah Muslim. Jadi kita harus memiliki upaya yang sama, sehingga dapat menarik dan mengundang wisatawan dari berbagai negara,” ujarnya.
Halal In Travel Global Summit merupakan forum internasional yang mempertemukan pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan pakar untuk membahas perkembangan, inovasi, serta peluang kerja sama pengembangan wisata ramah Muslim di tingkat global.
Keikutsertaan Jawa Barat dalam forum tersebut diharapkan memperluas promosi destinasi wisata daerah, membuka jejaring internasional, serta meningkatkan peluang memperoleh pengakuan global di bidang wisata ramah Muslim.***
Sumber: Disparbud Jabar
















