Data menunjukkan dari sekitar 64 juta UMKM di Indonesia, baru sekitar 40 persen yang masuk ke ekosistem digital.
Di sisi lain, penetrasi internet telah mencapai lebih dari 80 persen populasi atau sekitar 231 juta penduduk.
Kondisi ini membuka peluang besar, tetapi juga menuntut kesiapan pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi secara optimal.
“Kita tidak lagi berbicara soal konektivitas, melainkan meaningful connectivity, yaitu konektivitas yang memberikan makna bagi pertumbuhan,” ujar Wamenkomdigi.
Ia menambahkan tantangan utama UMKM saat ini bukan hanya akses, tetapi kemampuan mengelola kehadiran digital.
“Yang menjadi tantangan adalah bagaimana mengelola akun, menerapkan digital marketing, serta membangun audiens untuk memperluas jangkauan pasar,” jelasnya.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, pemerintah menghadirkan program peningkatan kapasitas digital bagi UMKM.
“Di Kemkomdigi terdapat program yang disebut UMKM Go Digital,” ujarnya.
Melalui program ini, pelaku UMKM dapat mengakses pelatihan pemasaran digital hingga pemanfaatan kecerdasan buatan untuk meningkatkan daya saing usaha.
“Pelaku UMKM dapat mempelajari digital marketing serta adopsi teknologi AI untuk mengoptimalkan bisnis,” tegasnya.***
Sumber: Siaran Pers Kemkomdigi
















