TERASJABAR.ID – Viral di media sosial memperlihatkan dua orang yang disebut merupakan pencuri motor menjadi bulan-bulanan warga.
Kejadian ini terjadi di Desa Tanjungsari, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Jabar, Senin 10 Maret 2025.
Dua pencuri itu diamuk massa setelah tertangkap tangan mencuri motor. Satu pelaku tewas di rumah sakit akibat luka parah yang diderita.
Awalnya pada pukul 13.00 WIB, korban berinisial K saat itu melihat motornya digeser oleh dua orang tak dikenal dari teras rumahnya ke jalan sejauh tiga meter. Melihat kejadian itu, korban langsung berteriak “maling motor”, secara berulang-ulang hingga menarik perhatian warga setempat.
Kedua pelaku panik dan mencoba kabur menggunakan sepeda motor namun kehilangan kendali dan jatuh. Sementara warga yang sudah berkumpul mengejar hingga ke areal persawahan.
Setelah berhasil menangkap kedua pelaku, massa membawa mereka ke pinggir jalan dan langsung menghakimi mereka dengan pukulan, lemparan batu, serta aksi kekerasan lainnya.
Dalam kerumunan massa yang menghakimi pelaku, sebagaimana video yang beredar, terdapat dua orang berpakaian PNS yang ikut ‘main tangan’ kepada kedua pelaku.
Anggota Unit Reskrim dan SPK Polsek Pedes datang belakangan setelah menerima laporan. Mereka mengamankan kedua terduga pelaku dan membawa mereka ke RSUD Karawang.
- Pecinta Anabul Merapat, Ini Tanda Kucing Cacingan, Cek Sekarang Juga!
- Wajib Pajak di Garut Nunggak 13 Tahun, Potensi PAD 100 Miliar Menguap
- Bus Rombongan Study Tour Siswa SMP Tabrak Truk Boks di Tol Cipali, 1 Tewas Belasan Luka
- Cek Ciri-Ciri Kucing Stres yang Jarang Disadari, Pecinta Anabul Wajib Tahu!
- Stop Kejahatan Jalanan, Serdik Sespimma Kumpulkan Polisi, TNI, dan Komunitas Motor di Garut
Namun, salah seorang pelaku yakni berinisial KBS (21), warga Dusun Dongkal V, Desa Dongkal, Kecamatan Pedes, tewas akibat luka berat. Sementara rekannya berinisial R (25) masih dirawat intensif.
Kapolsek Pedes AKP Marsad di Karawang, Selasa kemarin menyampaikan, pihaknya tengah mendalami kasus tersebut, dan mengingatkan agar masyarakat tak mengeroyok.
“Kami memahami kemarahan masyarakat terhadap aksi kejahatan, tetapi main hakim sendiri bukanlah solusi. Kami meminta masyarakat untuk segera melaporkan kejadian kriminal kepada pihak kepolisian agar bisa ditangani sesuai prosedur hukum yang berlaku,” katanya.
















