Menurut dia, pasar kuliner berperan penting dalam mendorong perputaran ekonomi kreatif karena menjadi titik langsung terjadinya konsumsi dan transaksi produk lokal, sekaligus mendukung daya tarik wisata kota.
Selain subsektor kuliner, Menteri Ekraf juga meninjau pelaku subsektor fesyen dan ritel ekonomi kreatif di kawasan Cihapit.
Kehadiran Damakara sebagai jenama fesyen lokal serta Grammars sebagai ruang ritel fesyen dan gaya hidup dengan produk kurasi kreatif menunjukkan keberagaman produk kreatif dalam satu kawasan pasar.
Menteri Ekraf menilai keberadaan berbagai subsektor dalam satu ruang pasar memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sekaligus meningkatkan daya tarik kawasan bagi pengunjung.
Aktivitas pasar ekonomi kreatif selama libur Nataru turut mendorong geliat wisata ekraf dan UMKM, dengan fokus utama pada optimalisasi pasar ekraf sebagai bagian dari Asta Ekraf.
“Melalui pasar ekonomi kreatif, produk dan bisnis lokal semakin dikenal dan dibeli masyarakat. Dari daerah inilah ekonomi kreatif akan tumbuh menjadi the new engine of growth,” ujarnya.
Turut mendampingi Menteri Ekraf Teuku Riefky dalam kegiatan ini, Deputi Bidang Pengembangan Strategis Cecep Rukendi, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Barat Iendra Sofyan serta jajaran pejabat Kemenekraf dan Disbudpar Jabar.***

















