TERASJABAR.ID – Trypanophobia adalah kondisi ketakutan berlebihan terhadap jarum suntik yang dapat membuat penderitanya menghindari pemeriksaan maupun tindakan medis.
Dampaknya tidak bisa dianggap sepele, karena penolakan terhadap perawatan kesehatan berisiko menunda diagnosis dan penanganan penyakit yang sebenarnya diperlukan.
Rasa takut terhadap suntikan memang umum dialami, terutama pada anak-anak.
Namun, pada sebagian orang dewasa, ketakutan ini berkembang menjadi fobia yang dikenal sebagai trypanophobia.
Penderitanya kerap menolak pergi ke dokter hanya karena khawatir akan prosedur yang melibatkan jarum, meskipun tindakan tersebut belum tentu dilakukan.
Penyebab pasti trypanophobia belum diketahui secara jelas.
Meski begitu, kondisi ini sering dikaitkan dengan pengalaman traumatis di masa lalu, baik yang dialami sendiri maupun disaksikan pada orang lain.
Faktor lain yang dapat berperan antara lain riwayat keluarga dengan fobia serupa, gangguan kecemasan, sensitivitas nyeri yang tinggi, serta rasa takut kehilangan kendali saat akan disuntik.
Gejala trypanophobia tidak hanya berupa rasa takut biasa.
Penderitanya dapat mengalami kecemasan berat, serangan panik, mual, keringat berlebih, jantung berdebar, gemetar, sulit tidur, bahkan pingsan ketika berhadapan dengan jarum suntik.
Penanganan trypanophobia dapat dilakukan dengan bantuan profesional.
Terapi perilaku kognitif bertujuan mengubah pola pikir negatif terhadap jarum suntik, sementara terapi pemaparan membantu penderita menghadapi ketakutan secara bertahap.
Selain itu, hipnoterapi juga bisa digunakan untuk mengatasi trauma yang tersimpan di alam bawah sadar.
Pada kondisi tertentu, dokter dapat meresepkan obat antikecemasan untuk meredakan gejala.
Di samping terapi, beberapa cara sederhana seperti didampingi keluarga, mengalihkan perhatian, latihan pernapasan, atau berbaring saat merasa pusing dapat membantu mengurangi rasa takut.
Meski tidak mengancam jiwa secara langsung, trypanophobia dapat berdampak serius bila membuat seseorang terus menghindari perawatan medis.
Oleh karena itu, konsultasi dengan psikolog sangat dianjurkan jika ketakutan ini mulai mengganggu kesehatan dan kualitas hidup.-***













