terasjabar.id
Senin, 9 Februari 2026
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
No Result
View All Result
terasjabar.id
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
Senin, 9 Februari 2026
No Result
View All Result
terasjabar.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Sisa Perang Kemerdekaan Sejumlah Bom Sempat Berserakan di Desa Pamulihan

Wawan Hermawan by Wawan Hermawan
10 Nov 2025 13:36
in Berita Utama, Daerah
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Sisa Perang Kemerdekaan Sejumlah Bom Sempat Berserakan di Desa Pamulihan

Tugu Monumen Perjuangan (Tugu Perjuangan Agresi II) di Desa Pamulihan, Cipicung, Kuningan

TERASJABAR.ID – Desa Pamulihan, Kecamatan Cipicung, Kuningan, Jawa Barat, tercatat dalam sejarah perjuangan Kemerdekaan RI, sebagai salah satu desa yang turut berkontribusi dalam perang kemerdekaan mengusir kaum penjajah.
Wilayah Desa Pamulihan dalam sejarah diketahui sebagai lokasi perjuangan ketika melawan pasukan Belanda.

“Untuk napak tilas kisah perjuangan tersebut, maka dibuatlah tugu monumen perjuangan (Tugu Perjuangan Agresi II), yang dibangun oleh Pemerintah Daerah pada tahun 1976,” kata Camat Cipicung Deni Hamdani, Senin (10/11/2025).

Hasil temuan KKN Mahasiswa Fakultas ilmu komunikasi Universitas Padjadjaran (UNPAD) beberapa tahun silam, di Desa Pamulihan sempat ditemukan ratusan amunisi perang, di antaranya sejumlah Bom yang terkubur di tanah namun tidak meledak.

Sekitar bulan Februari 1947, pasukan TNI AL dipimpin oleh Hutagaul, mendatangi Desa Pamulihan dan bergabung dengan Warso menduduki Desa Pamulihan dan bermukim di rumah-rumah penduduk.

Pada bulan April 1947 datanglah sejumlah pasukan TNI AD yang dikenal sebagai “pasukan setan”, terdiri dari yon 314 dan yon 315 dipimpin oleh Mayor Rukmana (Abimanyu), dan Kapten Mahmud Pasha.

Pasukan TNI AD dan pasukan TNI AL bergabung dan menyatu dengan masyarakat membuat satu kekuatan untuk mengadakan perlawanan terhadap serangan tentara Belanda dalam rangka mempertahankan Kemerdekaan RI.

RELATED POSTS

Angin Puting Beliung Ngamuk di Kuningan Puluhan Pohon Tumbang di 17 Wilayah

Banjir dan Longsor Melanda Kuningan, Enam Meninggal dan 257 Jiwa Mengungsi

BKPSDM Kuningan Diteror Informasi Hoax

Hj.Tuti Resmi Dilantik Sebagai Ketua IPHI Kuningan Periode 2025-2030

Eksotis Wisata Alam TNGC Paling Diminati Wisatawan Domestik

Sementara bulan oktober 1947 terdapat keputusan hasil perundingan antara pemerintah RI dan Belanda tentang adanya gencatan senjata, sehingga bulan itu juga semua pasukan TNI AD dan sebagian pasukan TNI AL ditarik ke Yogyakarta dengan istilah rempil.

Sebagian pasukan TNI AL ditinggalkan di Desa Pamulihan. Mereka ditugaskan untuk menjaga daerah sambil menyusun organisasi kekuatan terdiri dari lapisan masyarakat yang dinamakan LGKPRM (Laskar Gerilya Kesatuan Perlawanan Rakyat Murba).

Dalam peristiwa bersejarah tersebut masyarakat Pamulihan turut andil dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan RI. Berkah perlindungan Allah SWT, tidak terlalu banyak jatuh korban jiwa.

Sekitar bulan maret 1948 tentara yang rempil ke Yogyakarta seutuhnya kembali/datang lagi ke Desa Pamulihan yang dipimpin oleh Kapten Mahmud Pasha.

ADVERTISEMENT

Setelah itu secara berturut-turut tentara Belanda datang kembali dan terjadilah perang baku tembak, baik dijalan desa maupun di luar desa (di kebun, ladang, tegalan). Pertempuran berlangsung sampai bulan September 1948.

Kemudian tanggal 10 Oktober 1948 kembali datang serangan dari tentara Belanda yang jauh lebih hebat, baik dari darat maupun dari udara dengan senjata beratnya yang diluncurkan dari pesawat perang belanda.

Bagaikan hujan peluru seperti roket, peluru akan membumihanguskan Desa Pamulihan. Di tengah suasana sangat mencekam, tiba-tiba ada 2 orang tak dikenal datang berkendaraan Jeep. Diketahui seorang di antaranya bernama Durahman. Ia mengaku ingin bergabung dan siap membantu tentara Indonesia.

Namun ternyata, kedua orang tersebut, adalah mata-mata tentara Belanda, yang ditugaskkan menyelidiki situasi kondisi di Desa Pamulihan, untuk dilaporkan ke pihak belanda. Namun pada akhirnya kedua pengkhianat tersebut berhasil ditangkap.*

Tags: KuninganSejarah PerjuanganTugu Perjuangan Agresi II
ShareTweetSend

Related Posts

Angin Puting Beliung Ngamuk di Kuningan Puluhan Pohon Tumbang di 17 Wilayah
Daerah

Angin Puting Beliung Ngamuk di Kuningan Puluhan Pohon Tumbang di 17 Wilayah

25 Jan 2026 06:47
Banjir dan Longsor Melanda Kuningan, Enam Meninggal dan 257 Jiwa Mengungsi
Daerah

Banjir dan Longsor Melanda Kuningan, Enam Meninggal dan 257 Jiwa Mengungsi

23 Jan 2026 20:00
BKPSDM Kuningan Diteror Informasi Hoax
Daerah

BKPSDM Kuningan Diteror Informasi Hoax

17 Jan 2026 19:25
Hj.Tuti Resmi Dilantik Sebagai Ketua IPHI Kuningan Periode 2025-2030
Daerah

Hj.Tuti Resmi Dilantik Sebagai Ketua IPHI Kuningan Periode 2025-2030

17 Jan 2026 13:48
Eksotis Wisata Alam TNGC Paling Diminati Wisatawan Domestik
Lifestyle

Eksotis Wisata Alam TNGC Paling Diminati Wisatawan Domestik

15 Jan 2026 06:35
Eksotis Curug Landung di Palutungan Cocok Buat Trekking
Lifestyle

Eksotis Curug Landung di Palutungan Cocok Buat Trekking

14 Jan 2026 09:40
Next Post
Menperin Ajak IKM Manfaatkan Kredit Industri Padat Karya

Menperin Ajak IKM Manfaatkan Kredit Industri Padat Karya

Wali Kota Bandung Ajak Warga Teladani Semangat Pahlawan Lewat Kerja Nyata

Wali Kota Bandung Ajak Warga Teladani Semangat Pahlawan Lewat Kerja Nyata

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Tabrakan Beruntun di Al Jawami Cileunyi Makan Korban Jiwa, Kader Posyandu Akhirnya Meninggal

Tabrakan Beruntun di Al Jawami Cileunyi Makan Korban Jiwa, Kader Posyandu Akhirnya Meninggal

4 Feb 2026 13:36
Motornya Jatuh, Delia Tewas Tergilas Kontainer di Dayeuhkolot

Motornya Jatuh, Delia Tewas Tergilas Kontainer di Dayeuhkolot

3 Feb 2026 22:20
Waduh, Ada Macan Tutul Muncul di Pasar Maruyung Pacet, 2 Warga Jadi Korban

Waduh, Ada Macan Tutul Muncul di Pasar Maruyung Pacet, 2 Warga Jadi Korban

5 Feb 2026 11:59
Viral, Satpam Kadin Jabar Gajinya Belum Dibayar 8 Bulan

Viral, Satpam Kadin Jabar Gajinya Belum Dibayar 8 Bulan

5 Feb 2026 23:44
Menkop Teken MoU dengan Serikat Petani Indonesia, Ini Tujuannya

Menkop Teken MoU dengan Serikat Petani Indonesia, Ini Tujuannya

0
Menteri PKP, Maruarar Sirait.

Menteri PKP Siapkan Skema Rumah Susun Subsidi Bersama Danantara

0
Kemensos dan Badan Gizi Nasional Matangkan Program MBG bagi Lansia dan Disabilitas

Mensos: Digitalisasi Bansos Signifikan Tekan Kesalahan Data

0
Pilihan Jus Buah Bernutrisi untuk Mendukung Kesehatan Liver

Pilihan Jus Buah Bernutrisi untuk Mendukung Kesehatan Liver

0
Menkop Teken MoU dengan Serikat Petani Indonesia, Ini Tujuannya

Menkop Teken MoU dengan Serikat Petani Indonesia, Ini Tujuannya

8 Feb 2026 23:33
Menteri PKP, Maruarar Sirait.

Menteri PKP Siapkan Skema Rumah Susun Subsidi Bersama Danantara

8 Feb 2026 22:59
Kemensos dan Badan Gizi Nasional Matangkan Program MBG bagi Lansia dan Disabilitas

Mensos: Digitalisasi Bansos Signifikan Tekan Kesalahan Data

8 Feb 2026 22:43
Pilihan Jus Buah Bernutrisi untuk Mendukung Kesehatan Liver

Pilihan Jus Buah Bernutrisi untuk Mendukung Kesehatan Liver

8 Feb 2026 20:33
  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Sertifikat JMSI
Hubungi Kami : [email protected]

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Opini
  • Indeks Berita

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.