TERASJABAR.ID – Ketahanan pangan yang kuat lahir dari sistem yang kuat, dan sistem yang kuat ditopang oleh sumber daya manusia yang unggul.
Di era yang ditandai oleh perubahan iklim, transformasi ekonomi dan perkembangan teknologi yang pesat, penguatan kapasitas aparatur menjadi langkah strategis memastikan pembangunan pangan nasional berjalan semakin efektif, responsif, dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelantikan dan pengambilan sumpah aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Selasa (2/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas kelembagaan dalam mendukung penyelenggaraan urusan pangan nasional.
Sebanyak 147 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) resmi diangkat menjadi PNS. Pada kesempatan yang sama, 123 pejabat fungsional juga dilantik dan diambil sumpah jabatan.
Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy, menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN yang dilantik. Menurutnya, momentum tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat fondasi organisasi untuk menjawab kebutuhan pembangunan pangan yang terus berkembang.
“Menjadi ASN di Badan Pangan Nasional berarti menjadi bagian dari institusi yang memegang mandat strategis dalam urusan pangan nasional. Tugas ini sangat mulia karena berkaitan langsung dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dan penguatan ketahanan bangsa,” ujar Sarwo.
Ia menjelaskan, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara menempatkan ASN sebagai pelaksana kebijakan publik sekaligus pelayan masyarakat yang profesional, kompeten, adaptif, dan berintegritas.
Karena itu, ASN tidak hanya dituntut menjalankan tugas administratif, tetapi juga mampu menghadirkan solusi, mendorong inovasi, dan menghasilkan kerja nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Setiap pejabat fungsional harus mampu menunjukkan profesionalisme, penguasaan substansi, serta kontribusi yang terukur dalam mendukung pencapaian tujuan organisasi,” katanya.
Menurut Sarwo, dinamika global saat ini membuka tantangan sekaligus peluang untuk memperkuat sektor pangan nasional. Perubahan iklim, perkembangan ekonomi dunia, transformasi teknologi, serta perubahan pola konsumsi masyarakat mendorong lahirnya cara kerja yang semakin adaptif dan inovatif.
Dalam situasi tersebut, peran Bapanas semakin strategis untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus memperkuat sistem pangan nasional yang tangguh dan berkelanjutan.
“Di tengah tantangan global yang semakin kompleks dan dinamis, keberhasilan Badan Pangan Nasional sangat ditentukan oleh kualitas SDM aparaturnya. ASN harus mampu bekerja lebih cepat, presisi, responsif, serta membangun sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan ketahanan pangan nasional semakin kuat dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Sarwo berharap seluruh ASN yang dilantik menjadikan nilai dasar ASN BerAKHLAK sebagai budaya kerja sehari-hari. “Jadikan momentum ini sebagai awal pengabdian yang lebih profesional dan berdampak. Saya percaya ASN yang dilantik hari ini akan menjadi bagian dari SDM unggul yang mampu memperkuat ketahanan pangan nasional yang mandiri, berdaulat, dan berkelanjutan,” pungkasnya.***
Sumber: Siaran Pers Bapanas
















