terasjabar.id
Minggu, 22 Maret 2026
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
No Result
View All Result
terasjabar.id
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
Minggu, 22 Maret 2026
No Result
View All Result
terasjabar.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Sampah Kota Bandung Dinilai “Miss Manajemen”, DPRD Dorong Perubahan Sistemik

Tiah SM by Tiah SM
21 Des 2025 16:34
in Berita Utama, Wakil Rakyat
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Sampah Kota Bandung Dinilai “Miss Manajemen”, DPRD Dorong Perubahan Sistemik

Anggota DPRD Kota Bandung, Aan Andi Purnama

RELATED POSTS

Sampah Darurat Tiga Hari, Farhan Minta Camat dan Lurah Siapkan TPS Darurat

Sampah Berserakan di Aatas Trotoar, Mencemari Sudut Kota Kuningan

Kabobs Jawa Barat Buka Loker Buat Lulusan SMA dan SMK, Minat?

Buat Lulusan SMA, PT Indofood Padalarang Bandung Adakan Loker Admin!

Putri Karlina: Mengolah Sampah Mulailah dari Diri Sendiri

TERASJABAR.ID – Persoalan sampah di Kota Bandung kembali menjadi sorotan. Anggota DPRD Kota Bandung, Aan Andi Purnama, menilai selama ini pengelolaan sampah di ibu kota Jawa Barat  masih berjalan dengan pola lama yang tidak berkelanjutan dan cenderung salah kelola.
Aan menyebut, Pemerintah Kota Bandung hingga kini masih mengandalkan sistem konvensional kumpul–angkut–buang dalam penanganan sampah.
 Skema tersebut, menurutnya, bukan hanya menguras anggaran, tetapi juga menciptakan ketergantungan berlebihan terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
“Selama ini Kota Bandung mengalami miss manajemen dalam pengelolaan sampah. Sistem yang digunakan masih konvensional, sehingga membuat kota ini sangat bergantung pada TPA seperti Pasir Impun, Cicabe, Leuwigajah, hingga Sarimukti yang kini sudah over kapasitas,” ujar Aan, Minggu (21/12/2025).
Kondisi tersebut semakin terasa dampaknya ketika kebijakan pengurangan ritasi pengangkutan sampah ke TPA Sarimukti diterapkan. Alih-alih menjadi solusi, kebijakan itu justru memicu penumpukan sampah di berbagai titik kota.
“Begitu ritasi ke Sarimukti dikurangi, langsung terlihat penumpukan sampah di mana-mana. Ini menunjukkan sistem kita belum siap dan tidak punya cadangan solusi,” katanya.
Aan juga menyoroti keterlambatan Pemkot Bandung dalam menerapkan pengolahan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan. Padahal, strategi pemilahan di sumber dan pengolahan di setiap TPS dinilainya sudah menjadi keharusan.
Ia mengungkapkan, kemampuan pengolahan sampah di TPS saat ini hanya sekitar 300 ton per hari, sementara timbulan sampah harian Kota Bandung mencapai sekitar 1.600 ton per hari.
“Ketimpangan ini sangat besar. Selama tidak ada lompatan kebijakan dan teknologi, persoalan sampah akan terus berulang,” tegasnya.
Terkait penggunaan incinerator, Aan menilai teknologi tersebut seharusnya hanya digunakan dalam kondisi darurat, bukan dijadikan solusi utama karena berpotensi menimbulkan dampak lingkungan.
“Incinerator itu sifatnya sementara, hanya untuk kondisi darurat sampah. Jangan dijadikan solusi permanen karena tetap memiliki risiko lingkungan,” ujarnya.
Sebagai jalan keluar, Aan mendorong Pemkot Bandung untuk segera membangun sistem pengolahan sampah skala kota dengan teknologi ramah lingkungan, seperti Refuse Derived Fuel (RDF) dan biodigester. Menurutnya, pengangkutan sampah ke TPA seharusnya hanya dilakukan untuk residu akhir hasil pengolahan.
Selain itu, ia meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung membangun Stasiun Peralihan Antara (SPA) sebagai infrastruktur penting untuk mengelola residu sampah dari seluruh TPS sebelum dibawa ke TPA.
Tak kalah penting, Aan menekankan pelibatan masyarakat sejak tahap awal pengolahan. “Pemilahan sampah di sumber harus dilakukan secara rutin dan masif di semua wilayah. Tanpa keterlibatan masyarakat, sistem sebaik apa pun tidak akan berjalan optimal,” pungkasnya.
Dengan perubahan pendekatan yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan, Aan berharap persoalan sampah di Kota Bandung tidak lagi menjadi krisis yang berulang, melainkan dapat dikelola sebagai bagian dari solusi lingkungan jangka panjang.
Tags: BandungMiss Manajemensampah
ShareTweetSend

Related Posts

Sampah Darurat Tiga Hari,  Farhan Minta Camat dan Lurah Siapkan TPS Darurat
Berita Utama

Sampah Darurat Tiga Hari, Farhan Minta Camat dan Lurah Siapkan TPS Darurat

21 Mar 2026 12:55
Sampah Berserakan di Aatas Trotoar, Mencemari Sudut Kota Kuningan
Daerah

Sampah Berserakan di Aatas Trotoar, Mencemari Sudut Kota Kuningan

19 Mar 2026 17:36
Kabobs Jawa Barat Buka Loker Buat Lulusan SMA dan SMK, Minat?
Ragam

Kabobs Jawa Barat Buka Loker Buat Lulusan SMA dan SMK, Minat?

19 Mar 2026 15:14
Buat Lulusan SMA, PT Indofood Padalarang Bandung Adakan Loker Admin!
Ragam

Buat Lulusan SMA, PT Indofood Padalarang Bandung Adakan Loker Admin!

19 Mar 2026 14:50
Putri Karlina: Mengolah Sampah Mulailah dari Diri Sendiri
Daerah

Putri Karlina: Mengolah Sampah Mulailah dari Diri Sendiri

16 Mar 2026 05:40
Terbaru, Cireng Hap Hap Bandung Adakan Loker Staff Produksi, Tertarik?
Ragam

Terbaru, Cireng Hap Hap Bandung Adakan Loker Staff Produksi, Tertarik?

13 Mar 2026 15:15
Next Post
Terpantau Jelang Nataru Si Jablay Merangkak Naik

Terpantau Jelang Nataru Si Jablay Merangkak Naik

Gerombolan Pemuda Kocar Kacir, Dua unit Motor Berhasil di Amankan Polisi

Gerombolan Pemuda Kocar Kacir, Dua unit Motor Berhasil di Amankan Polisi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Buat Lulusan SMA, PT Indofood Padalarang Bandung Adakan Loker Admin!

Buat Lulusan SMA, PT Indofood Padalarang Bandung Adakan Loker Admin!

19 Mar 2026 14:50
Self Love dalam Nada: 7 Lagu Barat yang Bikin Kamu Lebih Menghargai Diri Sendiri

Self Love dalam Nada: 7 Lagu Barat yang Bikin Kamu Lebih Menghargai Diri Sendiri

4 Agu 2025 06:00
Hilal Belum Kelihatan, PB NU Minta Lebaran Jangan Dipaksa Harus Bareng

Hilal Belum Kelihatan, PB NU Minta Lebaran Jangan Dipaksa Harus Bareng

19 Mar 2026 16:56
Kabobs Jawa Barat Buka Loker Buat Lulusan SMA dan SMK, Minat?

Kabobs Jawa Barat Buka Loker Buat Lulusan SMA dan SMK, Minat?

19 Mar 2026 15:14
Dibacok OTK Diduga Geng Motor, Seorang Pedagang Cuanki di Cinunuk Luka Berat

Dibacok OTK Diduga Geng Motor, Seorang Pedagang Cuanki di Cinunuk Luka Berat

0
Kemnaker Perluas Akses Pelatihan Vokasi Nasional 2026, Batasan Tahun Kelulusan Dihapus

Kemnaker Perluas Akses Pelatihan Vokasi Nasional 2026, Batasan Tahun Kelulusan Dihapus

0
Semarak Rampak Genjring Si Windu di Malam Takbiran

Semarak Rampak Genjring Si Windu di Malam Takbiran

0
Bupati Dian: Perantau Kembali Ke Kampung Halaman Babakti Ka Lemai Cai

Bupati Dian: Perantau Kembali Ke Kampung Halaman Babakti Ka Lemai Cai

0
Dibacok OTK Diduga Geng Motor, Seorang Pedagang Cuanki di Cinunuk Luka Berat

Dibacok OTK Diduga Geng Motor, Seorang Pedagang Cuanki di Cinunuk Luka Berat

22 Mar 2026 10:12
Kemnaker Perluas Akses Pelatihan Vokasi Nasional 2026, Batasan Tahun Kelulusan Dihapus

Kemnaker Perluas Akses Pelatihan Vokasi Nasional 2026, Batasan Tahun Kelulusan Dihapus

21 Mar 2026 22:07
Semarak Rampak Genjring Si Windu di Malam Takbiran

Semarak Rampak Genjring Si Windu di Malam Takbiran

21 Mar 2026 13:24
Bupati Dian: Perantau Kembali Ke Kampung Halaman Babakti Ka Lemai Cai

Bupati Dian: Perantau Kembali Ke Kampung Halaman Babakti Ka Lemai Cai

21 Mar 2026 13:17
  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Sertifikat JMSI
Hubungi Kami : [email protected]

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Opini
  • Indeks Berita

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.