TERASJABAR.ID – Cabe lokal Tanjung, yang ditanam di lahan seluas 300 bata, telah menjadi sumber penghasilan yang luar biasa bagi petani muda Kampung Cinunigeulis RT 02 RW 04 Kelurahan Cibunigeulis, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Rabu(28/1/2026).
Salah seorang petani cabai Merah Indrawan (28) mengatakan dalam kurun waktu tiga bulan sudah 13 kali panen bahkan lebih dan sudah berhasil meraup untung hingga Rp 75 juta.
“Dari modal awal Rp 16 juta, saya sudah bisa menghasilkan Rp 75 juta hanya dalam dua bulan,” kata Indrawan di lokasi panen cabe
Cabe Tanjung yang ditanam Indrawan memiliki hasil yang luar biasa, dengan sekali panen bisa mencapai 4 kwintal, dan tahun ini mencapai 3 ton.
“Saya sangat puas dengan hasil panen cabe Tanjung, dan saya yakin bisa terus meningkatkan produksi,” ujarnya.
Indrawan tidak sendirian, banyak petani muda lainnya yang juga telah bergabung dalam program pengembangan pertanian di wilayah Bungursari, kota Tasikmalaya. Mereka semua memiliki harapan besar untuk meningkatkan ekonomi lokal dan memperkuat program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Chandranegara, mengatakan bahwa program pengembangan pertanian di wilayah Bungursari telah menunjukkan hasil yang positif.
 “Kita punya harapan besar dari anak-anak muda yang luar biasa menjadi petani milenial dengan penghasilan yang luar biasa melalui penanaman cabe merah,” katanya.
Diky juga menyoroti peluang integrasi pertanian dengan sektor lain, seperti pengelolaan air tawar yang dikelola pihak swasta.
 “Perputaran ekonomi harus terhubung antara pertanian dan usaha lainnya, supaya manfaat MBG bisa dirasakan luas oleh masyarakat, khususnya yang terkait pengadaan telur, cabai, tomat, sampai lele,” tambahnya.
Dengan demikian, program pengembangan pertanian di wilayah Bungursari diharapkan dapat terus meningkatkan ekonomi lokal dan memperkuat program Makan Bergizi Gratis (MBG), “harapnya(KRIS)
ADVERTISEMENT















