“Dari rumah subsidi saja marketnya sekitar Rp100 miliar, belum untuk program renovasi rumah dan perumahan lainnya. Saatnya industri genteng kembali bangkit,” tegasnya.
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menambahkan, dengan program gentengisasi diharapkan industri genteng di Jabar dapat kembali tumbuh.
“Nanti pengusaha harus memperbaiki upah pekerja. Pemprov Jabar siap memberikan jaminan kesehatan. Jadi pengusaha kembali untung sementara pekerja semakin sejahtera,” jelas KDM, sapaan akrab gubernur.
Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein meminta genteng hasil produksi perajin dari Purwakarta memiliki kualitas yang bagus. Ia pun siap membantu proses SNI secara gratis.
“Kebutuhan untuk Jabar sekitar 12 juta buah, itu bisa mencapai Rp27 miliar, syaratnya jaga kualitas dengan harga yang kompetitif dan karyawan harus semakin sejahtera,” tuturnya.
Pemilik pabrik genteng Farid mengatakan, selama ini pabrik bermitra dengan 72 perajin genteng yang ada di Purwakarta. Kapasitas produksi setahun maksimal hanya 3 juta buah.
Menurutnya jika kapasitas dapat dimaksimalkan maka kesejahteraan pekerja dan perajin genteng tradisional akan membaik.
Perajin genteng saat ini hanya berproduksi dua atau tiga kali sepekan sesuai permintaan pelanggan. Jika program gentengisasi berjalan, produksi siap dilakukan setiap hari.***
Sumber: Rilis Pemprov Jabar
















