5 Fakta Krisis Oksigen di RSUP Dr Sardjito Berujung Kematian 33 Pasien

5 Fakta Krisis Oksigen di RSUP Dr Sardjito Berujung Kematian 33 Pasien
(Foto: Getty Images/iStockphoto/Toa55)
Editor: Kian Santang Hot News —Senin, 5 Juli 2021 08:50 WIB

Terasjabar.id -Direktur Utama RSUP Dr Sardjito, Yogyakarta Rukmono Siswishanto mengajukan surat kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Dalam surat itu berisi laporan kekosongan oksigen dan permohonan dukungan oksigen kepada Menteri Kesehatan dan sejumlah pejabat terkait.

RSUP Dr Sardjito Surati Menkes

"Kami mengajukan permohonan dukungan agar kebutuhan oksigen dapat terpenuhi mengingat RSUP Dr Sardjito Yogyakarta termasuk RS rujukan dalam penanganan COVID-19 sampai tingkat critical," kata Rukmono dalam suratnya, Sabtu (3/7/2021).

Rukmono melaporkan bahwa Direktur RSUP Dr Sardjito telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mendapatkan pasokan oksigen dari penyedia maupun tempat lain. Tetapi sampai saat ini masih mengalami kendala.

LIHAT JUGA:







View this post on Instagram

A post shared by Teras Jabar (@terasjabar.id)


"Pasokan oksigen diperkirakan paling cepat akan datang ke RS pada Minggu, 4 Juli 2021, pukul 12.00 WIB," kata Rukmono.

Stok oksigen sudah menipis sejak Sabtu (3/7)

Rukmono menjelaskan terkait dengan kelangkaan oksigen pihaknya sejak jauh hari telah melakukan upaya-upaya antisipasi. Salah satunya sejak tanggal 29 Juni 2021, RSUP Dr Sardjito telah berkoordinasi dengan supplier oksigen di antaranya PT Samator dan PT Surya Gas untuk mendapatkan pasokan oksigen secara rutin dan memenuhi kebutuhan.

Menurut Rukmono, pada hari Sabtu (3/7) siang, oksigen mulai menipis. Mengatasi hal itu, pihaknya kemudian melakukan koordinasi dan persiapan. Termasuk pertemuan lanjutan untuk memastikan kecukupan persediaan oksigen dengan penyedia.

"Hal ini mengingat kebutuhan oksigen dan jumlah pasien yang makin banyak di RSUP Dr Sardjito berakibat menipisnya persediaan baik untuk oksigen central berupa liquid maupun oksigen tabung," jelasnya.

"Bahwa atas situasi tersebut, serta ditambah dengan masuknya pasien secara bersamaan pada Jumat 2 Juli 2021 maka kebutuhan oksigen makin meningkat sehingga menyebabkan persediaan makin menipis," tambahnya.

Akan tetapi sampai saat itu jam 15.00 WIB, rumah sakit masih mengalami kendala dan pasokan oksigen yang diperkirakan paling cepat sampai ke RSUP Dr Sardjito Yogyakarta pada hari Minggu tanggal 4 Juli 2021 pukul 12.00 WIB.

TONTON JUGA:

"Selain itu juga dilaporkan bahwa persediaan oksigen sentral di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta akan mengalami penurunan pada hari Sabtu (3/7) mulai pukul 16.00 WIB sampai dengan kehabisan persediaan oksigen yang diperkirakan pada pukul 18.00 WIB," urainya.

Namun ternyata, oksigen central habis, Sabtu (3/7) pukul 20.00 WIB. "Namun pada kenyataannya oksigen central habis pada sekitar pukul 20.00 WIB," kata Rukmono.

33 pasien meninggal karena oksigen habis

Diberitakan sebelumnya, Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito Banu Hermawan mengatakan, jumlah 63 pasien meninggal tersebut adalah akumulasi dari hari Sabtu (3/7) pagi sampai Minggu (4/7) pagi. Sedangkan yang meninggal karena dampak krisis stok oksigen sebanyak 33 pasien.

BACA JUGA:Selena Gomez Rilis Koleksi Baju Renang, Tubuh Berisinya Tuai Pujian

"Dari data kami (Sabtu, 3/7) jam 20.00 WIB sampai (Minggu, 4/7) tadi pagi, meninggal sekitar 33 pasien, jadi 33 pasien yang meninggal karena oksigen habis," kata Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito, Banu Hermawan, saat dihubungi wartawan, Minggu (4/7).

(sumber:detik.com)

corona covid indonesia kesehatan


Loading...