Advertisement

Sebanyak 9.700 Pedagang Termasuk Lansia Vaksinasi Covid-19 di Pasar Tanah Abang

Sebanyak 9.700 Pedagang Termasuk Lansia Vaksinasi Covid-19 di Pasar Tanah Abang
(ist/Merdeka.com : Google)
Editor: Epenz Hot News —Rabu, 17 Februari 2021 11:14 WIB

Terasjabar.id - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendampingi Presiden Joko Widodo, dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 terhadap pedagang di pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Tercatat, ada 9.700 pedagang atau komunitas masyarakat di Tanah Abang yang akan mendapat suntikan vaksin.

"Sampai hari ini data 9.700, dan ini akan berlangsung dalam 5 hari diharapkan bisa selesai semua di sini," kata Budi, Rabu (17/2).

Budi menyampaikan, pada proses vaksinasi kali ini menyasar ke semua rentang usia. Termasuk para pedagang dengan usia lanjut. Langkah ini dilakukan setelah mendapat izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) atas vaksinasi terhadap usia lanjut.

"Alhamdulillah sudah direstui oleh BPOM vaksin yang bisa diberikan termasuk juga untuk orang lansia. Jadi semuanya boleh malah memang hari ini dimulai vaksinasi untuk lansia dan petugas publik," katanya.

Lebih lanjut, Budi menyebutkan belum ada data tetap penerima vaksin di pasar Tanah Abang. Sebab, dari data yang ada, masih ada kemungkinan calon penerima vaksin tertunda atau batal menerima vaksin karena alasan tertentu.

Penyuntikan vaksin di Tanah Abang dilaksanakan di dua titik. Pertama di lantai 8 blok A pasar Tanah Abang untuk para pedagang. Lokasi kedua di lantai 12 blok A untuk para pegawai PD Pasar Jaya.

FOLLOW JUGA :

Adapun penetapan sasaran vaksinasi ini sesuai dengan roadmap WHO, Strategic Advisory Group of Experts on Immunization (SAGE), dan Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI). Kelompok prioritas yang masuk dalam vaksinasi tahap kedua merupakan kelompok masyarakat yang memiliki interaksi dan mobilitas tinggi sehingga rentan terpapar virus.

Tahap dua vaksinasi ini menyasar kelompok masyarakat lanjut usia (lansia) dan petugas pelayanan publik. "Kita tahu lansia memiliki beban berat terkait angka kesakitan dan kematian akibat terinfeksi Covid-19, sementara petugas pelayanan publik memiliki interaksi dan mobilitas yang tinggi," kata Nadia.

Pemerintah menargetkan 16,9 juta petugas layanan publik divaksinasi. Sementara vaksinasi terhadap lansia mencapai 21,5 juta di seluruh Indonesia.

"Untuk tahapan registrasi nantinya tidak harus menunggu SMS atau pemberitahuan dari aplikasi, namun cukup datang ke fasilitas kesehatan (faskes) dan akan langsung terdaftar di sistem PCare yang sudah kami sediakan sebelumnya," ujar dia.

Nadia mengatakan, nantinya pemberian vaksinasi tahap kedua ini dilakukan melalui beberapa cara. Pertama yaitu berbasis faskes, berbasis institusi, vaksinasi massal di tempat, dan vaksinasi massal bergerak, seperti vaksinasi bagi pedagang pasar yang akan dilakukan di pasar.

"Sehingga tidak lagi penerima vaksin harus datang ke faskes," ujar dia.

Kendati masyarakat sebentar lagi akan mendapatkan vaksinasi, Nadia mengimbau bahwa upaya ini belum cukup untuk mencegah penularan Covid-19. Walhasil penerapan protokol kesehatan tetap harus dilakukan dalam segala aktivitas di masa kedaruratan kesehatan ini.

"Vaksinasi, 3M (Memakai masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak) serta 3T (Testing, Tracing, dan Treatment) merupakan satu rangkaian utuh yang tidak terpisahkan. Setelah vaksin kita tidak boleh kendor melaksanakan protokol kesehatan," tandasnya.

Disadur dari Merdeka.com 

Gubernur DKI Jakarta Pandemi Covid-19 Prokes Menkes Program Vaksinasi


Loading...