Advertisement

Corona, Kucing di Pulau Furtada Dikhawatirkan Jadi Kanibal

Corona, Kucing di Pulau Furtada Dikhawatirkan Jadi Kanibal
CNN Indonesia
Editor: Malda Berita Viral —Sabtu, 17 Oktober 2020 11:40 WIB

Terasjabar.id -- 

Semua penduduk setempat tahu bahwa pulau di sebelah barat Rio de Janeiro itu penuh dengan kucing. Mereka meninggalkan makanan dan bahkan membawa turis datang mengunjunginya. Kemudian pandemi virus Corona melanda, dan kedatangan turis berkurang, menghasilkan pemandangan mengerikan yang disaksikan oleh nelayan: sekelompok kucing menjadi kanibal terhadap mayat kucing lain.

Pulau Furtada, yang populer disebut sebagai "Pulau Kucing", berjarak 20 menit dengan perahu motor dari kota Mangaratiba, di salah satu ujung Pantai Hijau Brasil, hamparan luas hutan tropis pegunungan dan teluk berpasir yang dihiasi ratusan pulau.

Selama bertahun-tahun, para nelayan melemparkan isi perut ikan dan tangkapan yang tidak diperlukan ke pulau itu, sementara jiwa-jiwa yang baik hati meninggalkan semangkuk air dan makanan kucing yang dibeli di toko.


Usaha tersebut telah membantu ratusan kucing di sana tetap kenyang, terutama kucing yang baru saja terdampar yang tidak memiliki keterampilan seperti saudara mereka yang lahir di alam liar, yang mampu memanjat pohon untuk menyerang sarang burung.

Ketika pandemi memaksa orang untuk karantina di rumah, menutup gerbang pariwisata, dan menutup restoran yang menyajikan makanan laut, lalu lintas kapal di sekitar pulau menurun tajam - dan bersamanya, makanan dan air untuk kawanan kucing ikut tiada.

Penduduk setempat tidak menyadari kengerian yang terjadi di pulau itu sampai para nelayan melaporkan pemandangan horor pada bulan April.

"Jumlah perahu turun bersama jumlah wisatawan, dan kami melihat kondisi hewan-hewan di pulau itu," kata Jorge de Morais (58) yang bekerja dengan kelompok lokal untuk menyelamatkan hewan dari penganiayaan. "Jadi kami memobilisasi bantuan".

Dia dan relawan lainnya meminta sumbangan dari bisnis lokal. Pada bulan April, mereka mulai memasang dispenser makanan dan air yang belum sempurna, terbuat dari pipa PVC, dan sekarang melakukan perjalanan mingguan untuk mengisi ulang.

Saat kucing berkeliaran, de Morais dan tiga orang lainnya memenuhi dispenser di pulau kecil itu.



"Kucing yang baru saja dibuang, mereka lebih mudah bergaul. Anda lihat kami bisa mendekat, belai mereka," kata Joice Puchalski, koordinator kelompok relawan.

"Tapi tidak demikian dengan yang liar. Mereka semua tersembunyi, dan Anda melihatnya di malam hari, karena mata mereka menyala."

Kira-kira 250 kucing di pulau berasal dari pasangan yang merupakan satu-satunya penghuni pulau pada dua dekade lalu, Puchalski (47) menjelaskan.

Mereka meninggalkan dua kucingnya yang lalu menghalalkan segala cara untuk bertahan hidup.

Seiring pertumbuhan populasi kucing, orang-orang memperhatikan, dan beberapa percaya mereka telah menemukan gudang untuk momok perkotaan: kucing yang tidak diinginkan dan tersesat.

Pihak berwenang sedang mencari cara untuk menghentikan orang meninggalkan hewan di pulau itu. Itu dianggap sudah menjadi kejahatan, meski belum ada hukumannya.

Karla de Lucas, yang mengawasi perlindungan hewan di negara bagian Rio, memeriksa Pulau Kucing pada bulan Juni, dan dia bertemu dengan Angkatan Laut dan otoritas lingkungan untuk melegalkan hukuman, menurut pernyataan pada saat itu.

Kongres juga mengeluarkan undang-undang bulan lalu yang meningkatkan hukuman untuk penganiayaan kucing dan anjing, dengan hukuman yang digadang hingga lima tahun penjara.

Tidak ada mata air di pulau itu, dan air minum yang terbatas sering menyebabkan masalah ginjal pada kucing, menurut Puchalski.

Tapi bahaya terbesar adalah ular berbisa dan gigitannya yang beracun. Kadal juga akan menyerang dan melukai anak kucing. Beberapa kucing juga terpaksa hidup dengan luka di sekujur badannya saat tukang perahu melemparkannya ke batu.

Para relawan mengangkut kucing ke pantai sesuai kebutuhan, untuk perawatan atau pembedahan.

Mereka mencoba menemukan seseorang untuk mengadopsinya dan jika gagal membawanya kembali ke pulau sehingga mereka dapat merawat hewan lain yang membutuhkan perhatian medis.



(AP/ard/CNN)

Brazil Kucing Rio De Janeiro Turis Wisata


Related Post



Loading...