Advertisement

Deddy Corbuzier Singgung Konspirasi Corona, Ridwan Kamil: Katakanlah Iya, Tapi Penyakitnya Sudah Ada

Deddy Corbuzier Singgung Konspirasi Corona, Ridwan Kamil: Katakanlah Iya, Tapi Penyakitnya Sudah Ada
Pikiran Rakyat
Editor: Malda Teras Seleb —Rabu, 16 September 2020 08:33 WIB

Terasjabar.id - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, akhirnya menjadi narasumber dalam podcast Deddy Corbuzier yang diunggah pada Selasa, 15 September 2020 melalui akun YouTube pribadinya.

Pada video berdurasi 43.14 menit tersebut, Deddy Corbuzier mengajukan beberapa pertanyaan kepada Ridwan Kamil seputar permasalahan Covid-19 dan isu-isu terkini.

Pada bagian awal podcast, topik yang dibahas adalah seputar vaksin Sinovac dari Tiongkok yang kini sedang diuji di daerah Bandung Provinsi Jawa Barat pada 1620 relawan. 

Termasuk salah satu diantara relawan tersebut adalah Ridwan Kamil sendiri sebagai orang nomor 1 di Provinsi Jawa Barat.


Ridwan Kamil mengungkapkan alasan ketersediaan dirinya menjadi salah satu relawan uji coba vaksin.

“Saya ada nasihat ibu saya kalau dalam situasi begini, ini kan lagi perang. Kalau ada rezeki rakyat di depan, pemimpin belakangan. Kalau ada khawatir, pemimpin di depan membereskan kekhawatiran baru rakyat di belakang,” ujarnya.

Ia menceritakan bahwa serangkaian uji coba vaksin tersebut dilakukan dengan dua kali penyuntikan dengan tujuan mematikan virus.

Adapun dua kali penyuntikan yang dilakukan dengan alasan kebutuhan dosis tersebut hanya beresiko ringan seperti vaksin-vaksin pada umumnya.

Uji coba vaksin yang dilakukan di Bandung merupakan uji coba terakhir dari serangkaian prosedur eksperimen vaksin sebagaimana anjuran WHO yaitu di negara konsumen dengan jumlah relawan di atas 1000 orang.

Membahas tentang Covid-19 pada podcast tersebut, Deddy Corbuzier juga menyinggung tentang kemungkinan bahwa Covid-19 ini merupakan konspirasi.

“Katakanlah betul konpirasi, katakanlah ini benar-benar bisnis. Tapi kan virus dan penyakitnya sudah ada. Jadi jangan bicara sebab lagi. Sekarang akibat yang timbul ini cara menyelesaikannya gimana. Saya lebih baik, energi saya fokus nyari solusi dari sebuah akibat," tuturnya.

Selanjutnya, Ridwan Kamil juga mengaku dalam menghadapi dan mengatasi pandemi Covid-19 ini ia seringkali menemukan keputusan-keputusan yang menjadi kontroversi di masyarakat.

“Dulu orang mengira bahwa Covid itu hanya urusan kesehatan, tapi ternyata menjadi urusan darurat ekonomi. Karena solusinya harus menjauhkan interaksi. Kalau demam berdarah kan diselesaikan saja secara urusan kesehatan, gak ada dampak ekonomi. Tapi karena Covid solusinya adalah menjauhkan interaksi sehingga menghentikan pertemuan orang, menghentikan pergerakan orang maka ekonomi terdampak,” kata Ridwan Kamil.

Ia juga menjelaskan bahwa kejadian konkrit dan realitas yang terjadi di Jawa Barat sebagai dampak adanya pandemi Covid-19 ini adalah meningkatkan angka masyarakat yang membutuhkan bantuan secara sosial yang pada awalnya sekitar 25 persen kini menjadi 83 persen.

Ia pun mengungkapkan bahwa Covid-19 ini merupakan permasalahan baru yang menjadi ujian kepemimpinan.

Ketidaktahuan semua pihak tentang virus corona  ini memungkinkan para pemimpin saat ini mempunyai pendapat pribadi dan membuat keputusan terbaik yang relatif berdasarkan kalkulasi resiko dan dampak secara komprehensif tiap-tiap daerah.***

(PikiranRakyat)

Ridwan Kamil Virus corona bandung Jakarta Deddy Corbuzier


Related Post



Loading...