Advertisement

Antisipasi Gelombang Kedua Virus Corona, Gubernur Jawa Barat Menyebut Produksi Alat Perang Melawan Virus Corona di Jabar Sangat Memadai

Antisipasi Gelombang Kedua Virus Corona, Gubernur Jawa Barat Menyebut Produksi Alat Perang Melawan Virus Corona di Jabar Sangat Memadai
(SUKABUMIUPDATE.com : Google)
Editor: Epenz Hot News —Selasa, 30 Juni 2020 11:52 WIB

Terasjabar.id - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyebut produksi alat perang melawan Covid-19 di Jabar sangat memadai. Bahkan Jabar siap mengantisipasi gelombang kedua virus corona atau Covid-19.

Pria disapa Kang Emil itu menyatakan, melalui swasembada seluruh alat medis, seperti alat tes PCR, rapid test, ventilator, hingga alat pelindung diri (APD) lebih maksimal dalam penanganan Covid-19.

"Jabar sekarang bisa swasembada, itu mungkin bedanya Jabar dengan provinsi lain dan ini yang membuat kami lebih tenang terkait persiapan-persiapan kalau terjadi gelombang kedua," tegas Kang Emil, Selasa (30/6/2020).

Saat ini, menurut dia, 60 persen industri manufaktur di Indonesia berada di Provinsi Jabar. Saat pandemi Covid-19 terjadi, beberapa industri manufaktur tersebut beralih memproduksi APD.

Tidak hanya itu, perusahaan alutsista milik pemerintah yang berlokasi di Jabar pun mampu memproduksi ventilator dan alat PCR. Selain itu, dia melibatkan institusi pendidikan untuk memproduksi alat rapid test yang jauh lebih akurat dan murah.

"Sebanyak 60 persen industri hi-tech ada di Jabar, maka saat ada Covid-19 industri ini kita koordinasikan memproduksi alat-alat perang melawan Covid-19. Maka per hari ini ventilator sudah swasembada, APD sangat mencukupi, bahkan masker bedah berlimpah. Alat rapid test juga bikin sendiri, alat PCR bisa diproduksi 100.000 per minggu," ucap Kang Emil.

Lebih lanjut Kang Emil mengatakan, kelengkapan alat medis tersebut membuat penanganan Covid-19 di Provinsi Jabar selalu maksimal. Terbukti, hingga 27 Juni 2020, tingkat kesembuhan mencapai 17 orang per hari dan jika dirata-ratakan, jumlah pasien sembuh lebih banyak dibandingkan kasus positif aktif.

"Ini yang membuat Jabar dalam penanganan Covid-19 selalu maksimal," katanya.

Sebelum memproduksi alat perang melawan Covid-19, kata dia, Provinsi Jabar selalu menunggu kiriman alat medis dari pemerintah pusat yang harganya cukup mahal dan harus diimpor. Kondisi itu yang menurutnya menjadi penyebab terlambatnya penanganan.

"Sebelumnya kita nunggu drop-dropan dari pemerintah pusat, harga barangnya mahal dan harus impor jadi mau gerak cepat melawan musuh pun lambat. Tapi sekarang, semua in control, jadi saya bisa pesan langsung, datangi pabriknya, lakukan tindakan dan buat keputusan," ucap dia.

Kang Emil menambahkan semua warga membela negaranya, baik dengan ilmu, harta, maupun tenaganya dalam penanganan Covid-19

"Covid-19 bukan kewajiban pemerintah saja karena kita ini lagi perang, maka semua yang mengaku WNI harus ikut serta bela negara menyumbangkan apapun. Termasuk kedisiplinan itu juga bela negara. Bedanya, sekarang yang di garda depan dalam perang ini adalah tenaga kesehatan," katanya.

Disadur dari iNews.id

Pandemi Virus Corona Gubernur Jawa Barat Gelombang Kedua


Related Post



Loading...