Advertisement

Pandemi Virus Corona Membuat Seluruh Sektor Penggerak Ekonomi Terdampak, 'Krisis Kali Ini Berbeda, Kita Harus Lindungi Manusia dan Ekonomi'

Pandemi Virus Corona Membuat Seluruh Sektor Penggerak Ekonomi Terdampak, 'Krisis Kali Ini Berbeda, Kita Harus Lindungi Manusia dan Ekonomi'
(Antara : Google)
Editor: Epenz Hot News —Selasa, 30 Juni 2020 11:17 WIB

Terasjabar.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan krisis akibat pandemi Covid-19 dinilai sangat berbeda dibandingkan tahun 1998 dan 2008 lalu. Pandemi ini telah membuat seluruh sektor penggerak ekonomi terdampak.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, krisis ini membuat pemerintah tidak saja melindungi perekonomian tapi juga sektor kesehatan dan aspek kehidupan masyarakat lainnya.

"Krisis kali ini berbeda sekali karena kita harus melindungi manusia dan perekonomiannya sekaligus. Untuk membendung penyebaran virus, kita harus membatasi pergerakan manusia. Itu salah satu shock besar karena tidak pernah terjadi sebelumnya, jadi kita harus memikirkan dua sampai tiga langkah ke depan. Inilah mengapa pemerintah berperan sangat penting," ujar Sri Mulyani dalam siaran pers, Selasa (30/6/2020).

Menyikapi kondisi tersebut, pemerintah langsung merespons dengan menyesuaikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sri Mulyani melanjutkan, pandemi Covid-19 ini memukul perekonomian masyarakat secara luas, termasuk rumah tangga dan pelaku usaha. 

Oleh karenanya, perlindungan sosial, dukungan bagi pelaku usaha, khususnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sangat penting. Salah satu langkah penting, lanjut Sri Mulyani, adalah restrukturisasi kredit UMKM, dibarengi dengan subsidi bunga dan memberikan kemudahan untuk mendapatkan kredit modal kerja baik melalui penempatan dana murah pada perbankan maupun penjaminan kredit. 

"Banyak pelaku UMKM adalah wanita, sehingga dukungan ini juga sekaligus berdampak pada inklusi keuangan dan kesetaraan gender yang menjadi topik webinar ini," ujarnya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini membeberkan tentang strategi pembiayaan pemerintah di masa pandemi. Sebab, virus yang belum ada vaksinnya ini sudah membuat gejolak di pasar keuangan. 

Karena itu, pendalaman pasar dan pembiayaan domestik menjadi penting. Menurut dia, peningkatan defisit terjadi secara dramatis menjadi di atas 6 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Hal itu karena, pembiayaan dampak pandemi Covid-19 ditanggung secara mandiri oleh pemerintah. "Pemerintah juga memanfaatkan pasar surat berharga dalam negeri. Di samping itu, dimungkinkannya bank sentral untuk membeli dan berpartisipasi di pasar primer juga menjadi satu hal kritikal. Peran lembaga keuangan multilateral dan bilateral juga sangat penting dalam memberikan pinjaman dengan bunga yang rendah," ujarnya.

Disadur dari iNews.id

Pandemi Virus Corona Kemenkeu Sri Mulyani Ekonomi


Related Post



Loading...