terasjabar.id
Kamis, 26 Februari 2026
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
No Result
View All Result
terasjabar.id
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
Kamis, 26 Februari 2026
No Result
View All Result
terasjabar.id
No Result
View All Result
Home Opini

Pilkada oleh DPRD Lebih Efektif dan Efisien

Kristianto by Kristianto
12 Jan 2026 16:19
in Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Pilkada oleh DPRD Lebih Efektif dan Efisien

Oleh : Teten Sudirman (Pemerhati Masalah Sosial & Politik)

TERASJABAR.ID – Jika kita sejenak menengok ke belakang, tujuan utama gerakan reformasi pada 1998 lalu adalah untuk memberantas penyakit moral para pejabat negara, yakni korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), baik yang ada di lembaga eksekutif, legislatif maupun yufikatif.

Sehingga semua komponen bangsa mulai dari pelajar dan mahasiswa, ormas pemuda lainnya hingga khalayak, kompak bersatu-padu untuk menduduki gedung MPR/DPR RI sebagai simbol tempat berkumpulnya wakil rakyat yang suka main mata dengan pihak eksekutif guna melanggengkan kekuasaan.

Sesungguhnya, secara politis posisi eksistensi Golongan Karya (Golkar) yang merupakan organisasi politik (Orpol, karena tidak mau disebut Parpol) pendukung utama pemerintahan rezim Orde Baru atau Orba, saat itu sangat mendominasi jumlah kursi di DPR RI.

Hasil Pemilu Legislatif (Pileg) 1997 yang merupakan pemilu ke-6 di era Orde Baru, Golkar meraih kursi DPR sebanyak 73 persen. Seandainya tidak ada kuasa Tuhan Yang Maha Kuasa, siapa sangka dalam kondisi demikian rezim Orba akan bisa runtuh.

Namun kenyataannya sungguh di luar dugaan, justru melalui gerakan massal itulah rezim yang sempat berkuasa hampir 32 tahun itu bisa runtuh.

ADVERTISEMENT

Tapi setelah rezim berganti dari Orba ke orde Reformasi, apakah tujuan semula itu (memberantas KKN) bisa berhasil? Untuk jawabannya sudah kita ketahui bersama, KKN yang menjadi target gerakan reformasi sebelumnya, ternyata bukannya hilang atau berkurang, namun berjalan lebih gila lagi.

Bukan hanya dari segi kuantitas yang dikorupsinya, melainkan area wilayah korupsinya pun meluas di berbagai sektor kegiatan. Sehingga kerugian negara bisa lebih besar lagi, bahkan kerusakan lingkungan pun tak terhindarkan. Yang akhirnya terjadilah berbagai bencana hampir di semua wilayah.

Kemudian bila kita simak kembali terkait sistem demokrasi politik yang berlaku selama ini, justru memerlukan evaluasi menyeluruh secara saksama. Sistem demokrasi liberal dengan multi partai dan pemilihan secara langsung, yang sejak abad ke-19 telah ditinggalkan di Eropa, justru di negara kita diterapkan, dengan alasan dinilai lebih demokratis dan sesuai dengan hak asasi manusia (HAM).

Setelah dijalankan selama lebih dari dua dekade, penerapan sistem demokrasi multi partai dan pemilu secara langsung itu, baik dalam pilpres, pileg dan pilkada, justru menimbulkan persolan baru yang sangat serius.

Realita yang ada dengan diberlakukannya sistem demokrasi tersebut, adalah timbulnya biaya politik yang sangat tinggi. Baik presiden, legislator maupun kepala daerah, untuk meraih kursi/kedudukan jabatannya membutuhkan modal biaya yang tidak sedikit.

Untuk keperluan sosialisasi, alat peraga dan tim pemenangan atau tim sukses sungguh membutuhkan dana yang sangat besar. Dan dampak selanjutnya, apabila dia berhasil menduduki posisi yang diimpikannya, tentu saja yang bersangkutan akan berusaha untuk mengembalikan modal politiknya itu, bagaimana pun caranya yang penting bisa berhasil.

Oleh karenanya tidak heran jika selama ini tidak sedikit para kepala daerah atau wakilnya yang terjerat kasus hukum atau terkena operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK.

Atas kondisi yang sangat mengkhawatirkan ini, muncullah wacana dari berbagai pihak untuk mengembalikan lagi pemilihan kepala daerah (pilkada) oleh DPRD. Hal ini mula-mula diusulkan oleh Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.

Kemudian direspon oleh Presiden Prabowo yang menyatakan, demokrasi perlu didesain agar tidak menimbulkan ongkos politik yang berlebihan. Sehingga biaya kampanye dan penggalangan itu menimbulkan masalah korupsi.

RELATED POSTS

Pilkada Tidak Langsung: Salah Sasaran Membenahi Biaya Politik

MENOLAK DEMOKRASI PROSEDURAL

Pilkada Melalui DPRD Dinilai Konstitusional, Ini Penjelasan Komisi II DPR

Raperda DPRD Kota Bandung Pastikan Pengumpulan Uang dan Barang Transparan dan Akuntabel

Khoiril Anwar Resmi Gantikan Almarhumah Tiktik Kartika di DPRD Kabupaten Bandung

Selanjutnya, hal tersebut direspon lagi oleh Sekjen PDIP, Hasto Kristianto yang menyatakan partainya akan mengkaji usulan agar pilkada oleh DPRD lagi dengan mempertimbangkan aspirasi publik dan dasar konstitusional. Konstitusi mengamanatkan agar kepala daerah dipilih secara demokratis melalui pemilu yang jujur dan adil.

Dan menurut hemat penulis, pilkada oleh DPRD itu sesuai dengan Pancasila, pada sila ke-4, yang menyatakan “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan”. Karena meski pilkada secara langsung dinilai sangat demokratis, namun apabila kualitas konstituennya masih rendah dan masih bisa diatur orang lain atau masih mengandalkan pengaruh tokoh tertentu di masyarakat, tentunya mereka hanya ikut-ikutan ke orang lain saja.

Jadi belum mampu menilai siapa yang layak untuk dijadikan wakilnya di lembaga legislatif (sebagai anggota DPR/DPD/DPRD) atau dijadikan pemimpin di lembaga eksekutif (sebagai presiden, gubernur atau bupati/walikota).

Dengan sistem pilkada oleh DPRD, ruang lingkup untuk pengawasannya pun akan lebih sederhana, sehingga dalam pelaksanaannya akan lebih mudah dan efisien, tidak seluas dalam sistem pemilihan langsung yang melibatkan masyarakat banyak.

Selain itu hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemilu adalah perlunya penyederhanaan jumlah partai politik (parpol) peserta pemilu. Jangan sampai terlalu banyak jumlahnya.

Semoga perubahan sistem pilkada dari pemilihan langsung menjadi dipilih oleh DPRD ini, dengan didahului oleh perubahan regulasinya bisa segera terlaksana, agar hal-hal negatif dari pilkada langsung dapat dihindari. Serta mampu menghasilkan pimpinan daerah yang berkualitas, yang berpihak kepada kepentingan rakyat.*

Tags: DPRDEfektif dan EfisienPilkada
ShareTweetSend

Related Posts

Pilkada Tidak Langsung: Salah Sasaran Membenahi Biaya Politik
Berita Utama

Pilkada Tidak Langsung: Salah Sasaran Membenahi Biaya Politik

11 Jan 2026 20:52
MENOLAK DEMOKRASI PROSEDURAL
Berita Utama

MENOLAK DEMOKRASI PROSEDURAL

8 Jan 2026 07:31
Pilkada Melalui DPRD Dinilai Konstitusional, Ini Penjelasan Komisi II DPR
News

Pilkada Melalui DPRD Dinilai Konstitusional, Ini Penjelasan Komisi II DPR

1 Jan 2026 16:52
Raperda DPRD Kota Bandung Pastikan Pengumpulan Uang dan Barang Transparan dan Akuntabel
Bandung Raya

Raperda DPRD Kota Bandung Pastikan Pengumpulan Uang dan Barang Transparan dan Akuntabel

9 Nov 2025 05:39
Khoiril Anwar Resmi Gantikan Almarhumah Tiktik Kartika di DPRD Kabupaten Bandung
Bandung Raya

Khoiril Anwar Resmi Gantikan Almarhumah Tiktik Kartika di DPRD Kabupaten Bandung

27 Okt 2025 17:27
Jaga Kondusivitas, Unjuk Rasa Massa PMII ke Polresta dan DPRD Kabupaten Bandung Hari Ini Batal
News

Jaga Kondusivitas, Unjuk Rasa Massa PMII ke Polresta dan DPRD Kabupaten Bandung Hari Ini Batal

1 Sep 2025 12:44
Next Post
NasDem dan Ikhtiar Menghadirkan Politik yang Berakal dan Bernurani

NasDem dan Ikhtiar Menghadirkan Politik yang Berakal dan Bernurani

Kylian Mbappé Ungkap Sisi Kelam di Balik Gemerlap Sepak Bola

Kekalahan Beruntun Real Madrid dari Barcelona, Mbappe Jadi Sorotan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Besar-Besaran! Mie Gacoan Jawa Barat Adakan Loker untuk Tamatan SMA dan SMK

Besar-Besaran! Mie Gacoan Jawa Barat Adakan Loker untuk Tamatan SMA dan SMK

21 Feb 2026 15:54
TAMATAN SMA SMK BISA IKUT! Indofood Group Bandung Buka Loker Staff Gudang

TAMATAN SMA SMK BISA IKUT! Indofood Group Bandung Buka Loker Staff Gudang

20 Feb 2026 16:00
FRESH GRADUATE MERAPAT! Indomaret Bandung Buka Loker Gede-Gedean Buat Lulusan SMA SMK

FRESH GRADUATE MERAPAT! Indomaret Bandung Buka Loker Gede-Gedean Buat Lulusan SMA SMK

18 Feb 2026 16:00
2 POSISI! Yomart Bandung Adakan Loker Buat Lulusan SMA dan SMK

2 POSISI! Yomart Bandung Adakan Loker Buat Lulusan SMA dan SMK

19 Feb 2026 15:30
Kapolda Jabar: Pelihara dan Rawat 40 Rumah Asrama Dengan Baik

Kapolda Jabar: Pelihara dan Rawat 40 Rumah Asrama Dengan Baik

0
Sejumlah SPPG Sajikan Menu MBG Tidak Layak Di Kuningan

Sejumlah SPPG Sajikan Menu MBG Tidak Layak Di Kuningan

0
Ketua Kadin Pusat Anindya Bakrie Tidak Hadir, Sidang Gugatan Kadin Daerah Ditunda Lagi

Ketua Kadin Pusat Anindya Bakrie Tidak Hadir, Sidang Gugatan Kadin Daerah Ditunda Lagi

0
Pemkot Bandung Kaji Peluang Jadi Wakif, Farhan: Harus Punya Dasar Hukum Kuat

Pemkot Bandung Kaji Peluang Jadi Wakif, Farhan: Harus Punya Dasar Hukum Kuat

0
Dampak Buruk Jika Tidak Sahur Saat Puasa, Jangan Dianggap Sepele!

Dampak Buruk Begadang Saat Puasa, Jadi Gampang Lemas?

26 Feb 2026 22:00
Kapolda Jabar: Pelihara dan Rawat 40 Rumah Asrama Dengan Baik

Kapolda Jabar: Pelihara dan Rawat 40 Rumah Asrama Dengan Baik

26 Feb 2026 21:59
Sejumlah SPPG Sajikan Menu MBG Tidak Layak Di Kuningan

Sejumlah SPPG Sajikan Menu MBG Tidak Layak Di Kuningan

26 Feb 2026 21:51
Ketua Kadin Pusat Anindya Bakrie Tidak Hadir, Sidang Gugatan Kadin Daerah Ditunda Lagi

Ketua Kadin Pusat Anindya Bakrie Tidak Hadir, Sidang Gugatan Kadin Daerah Ditunda Lagi

26 Feb 2026 21:44
  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Sertifikat JMSI
Hubungi Kami : [email protected]

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Opini
  • Indeks Berita

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.