TERASJABAR.ID – Kreativitas dan semangat gotong-royong ditunjukkan para petani di Desa Pangkalanpari, Kec. Jatitujuh, Kab. Majalengka. Mereka menyulap tumpukan beton persegi bekas saluran irigasi yang tidak terpakai di pinggir lintasan Sungai Cipelang, jadi akses jalan menuju area persawahan.
Gagasan itu muncul dan cepat menyebar di kalangan para petani yang memiliki lahan di sekitar Blok Jebolan. Mereka langsung menyambut ide tersebut. Tanpa menunggu bantuan dari pihak luar, para petani ini sepakat untuk membangun jalan sendiri dengan tenaga mereka sendiri.
Dengan alat seadanya seperti cangkul dan linggis, mereka bahu-membahu menata beton bekas itu satu per satu. Tak ada upah, tak ada proyek miliaran. Yang ada hanya keinginan bersama agar jalan ke sawah tak lagi jadi kubangan saat hujan. Panjang jalan yang dibangun tak main-main, lebih dari satu kilometer, dengan lebar sekitar satu meter. Cukup untuk dilewati sepeda motor pengangkut gabah.
“Daripada betonan itu menumpuk dan tidak digunakan, akhirnya muncul gagasan untuk dimanfaatkan menjadi jalan menuju sawah, Alhamdulillah sekarang saat pergi ke sawah tak lagi harus melalui jalan yang becek penuh kubangan lumpur.” ujar Warjo, salah seorang warga Pangkalanpari.
Hal senada juga disampaikan Kaur Umum Desa Pangkalanpari, Lukman. Menurutnya, jalan tersebut sangat bermanfaat bagi para petani di blok Jebolan, “Jalan ini sangat penting bagi petani untuk akses menuju sawah, terutama saat mengangkut hasil panen,” katanya.
Menurut Lukman, sebelum ada jalan beton itu, saat musim hujan tiba, jalan sawah berubah jadi jebakan lumpur. “Dulu saat hujan, jangankan motor, untuk jalan kaki saja sulit karena licin dan berlumpur, hasil panen yang seharusnya cepat dibawa pulang, tertahan karena akses terputus sehingga waktu dan tenaga terbuang” kenang Lukman.
Namun kini, setelah jalan beton jadi, pemandangan berubah. Di atas jalur beton hasil swadaya itu, motor pengangkut gabah bisa melaju tanpa takut terperosok. Petani berangkat ke sawah lebih ringan. Pulang membawa hasil, lebih tenang. Jalan beton sepanjang satu kilometer itu kini jadi urat nadi baru bagi para petani di Desa Pangkalanpari.*










