Peta tersebut disusun berdasarkan data iklim jangka panjang untuk mendukung perluasan lahan tanam dalam rangka mengurangi ketergantungan impor bawang putih.
Direktur Layanan Iklim Terapan BMKG, Marjuki, menyampaikan bahwa untuk wilayah Provinsi NTB, BMKG telah mengidentifikasi tujuh kecamatan yang memiliki potensi sebagai lahan baru budidaya bawang putih.
“Untuk wilayah Provinsi NTB, kami telah mengidentifikasi dan merekomendasikan tujuh kecamatan yang memiliki potensi menjadi lahan baru budidaya bawang putih, semoga nanti bisa menjadi tindak lanjut di Kementerian Pertanian untuk melakukan ekstensifikasi di kecamatan-kecamatan tersebuti,” ujarnya saat seremoni penyerahan Peta Kesesuaian Agroklimat kepada Kepala Pusat BRMP Hortikultura.
Sementara itu, Kepala Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Hortikultura, Inti Pertiwi Nashwari, menilai kehadiran informasi cuaca dan iklim dari BMKG memberikan kepercayaan diri baru dalam pengembangan budidaya bawang putih, termasuk upaya tanam di luar musim.
“Jadi benih ini langsung berlabel, mulai dari sebelum bertanam sudah didaftarkan dan diawasi. Inilah yang kita namakan benih bersertifikat dengan jaminan mutu. Kemudian BMKG datang membawa peralatan Weather Station. Terus terang kami awalnya tidak siap karena belum pernah mencoba tanam di luar musim. Namun, dengan adanya teknologi yang sebelumnya tidak pernah dipasang di sini, kami menjadi lebih optimis,” ujarnya.
Ia juga menerangkan bahwa ke depan, tren data klimatologi yang diperoleh dari AWS Sembalun diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai salah satu dasar penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) budidaya bawang putih off-season oleh BRMP.
Hal ini sekaligus menjadi wujud nyata penerapan pertanian cerdas iklim dan pertanian presisi yang modern, adaptif terhadap perubahan iklim, dan berkelanjutan.
Peresmian AWS dan serah terima Peta Kesesuaian Agroklimat tersebut turut dihadiri Inspektur IV Kementerian Pertanian Pujo Harmadi, Kepala Stasiun Klimatologi Nusa Tenggara Barat Nuga Putrantijo, Kepala Balai Besar Pertanian/Modernisasi Pertanian NTB, Ketua Kelompok Tani Bawang Putih Pusuk Pujata H. Egi Frisma, BPSB NTB, Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur, serta para pemangku kepentingan terkait.***
















