Sebagai tanaman yang sangat dipengaruhi kondisi cuaca dan iklim, ketersediaan informasi iklim yang akurat menjadi kunci keberhasilan budidaya.
“BMKG melalui Stasiun Klimatologi NTB memasang AWS ini untuk mendukung kegiatan pertanian, khususnya dalam rangka mendukung swasembada bawang putih,” ujar Fachri.
Ia menjelaskan bahwa AWS menghasilkan data cuaca secara real-time, meliputi curah hujan, suhu udara, kelembapan, kecepatan angin, serta penyinaran matahari.
Data tersebut, bersama dengan informasi prediksi dan risiko iklim dari BMKG, dapat dimanfaatkan pada setiap fase budidaya, mulai dari penentuan waktu tanam dan panen yang optimal, prediksi potensi serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), hingga peningkatan efisiensi pengelolaan lahan.
Informasi risiko iklim diharapkan mampu mengawal peningkatan produksi bawang putih, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas.
Fachri juga menyampaikan apresiasi kepada Kelompok Tani Pusuk Pujata yang telah mendukung pemasangan AWS dengan menyediakan lokasi.
“Semoga alat ini memberikan manfaat nyata dan membantu meningkatkan produksi bawang putih di Desa Sembalun,” tuturnya.
Selain pemasangan AWS, BMKG juga memberikan dukungan berupa penyusunan Peta Kesesuaian Agroklimat sebagai dasar rekomendasi wilayah potensial pengembangan bawang putih.
















