Catatan: Imam Wahyudi (IW)
PERSIB Bandung mencetak rekor. Sebuah prestasi tertinggi, tak tertandingi. Lima kali juara Liga Indonesia. Bintang lima terpampang di atas logo Persib. Capaian puncak untuk kali pertama dalam sejarah sepakbola profesional Indonesia.
Prestasi Bintang Lima yang menggerakkan pesta rakyat. Lalu lintas kendaraan Kota Bandung, praktis lumpuh total sepanjang hari Minggu, kemarin. Akhir pekan yang mengesankan. Terbilang untuk kali pertama dalam sejarah keramaian di kota berjuluk Parijs can Java ini. Rekor kemacetan yang luarbiasa, yang disengaja dalam kegembiraan bersama. Mengalahkan perayaan apa pun yang pernah digelar di Kota Bandung. Sejumlah stasiun TV pun melakukan reportase langsung (live) untuk meningkatkan rating pemirsa.
Tumpah ruah warga merayakan kemenangan dan konvoi para pemain tim juara di belasan mobil terbuka. Tumpah ruah di sebagian besar jalan utama. Berjejal berdesakan. Sejauh mata memandang tampak melulu kostum warna biru. Ya, Bandung Lautan Biru.
Pemegang rekor gelar juara, Persib mampu melampaui raihan Persipura Jayapura. Keduanya sudah mengantongi empat kali juara. Bedanya dalam capaian juara secara beruntun. Persipura mendahului prestasi juara untuk kali ke-empat pada musim 2013. Sudah 13 tahun silam, sebaliknya kali ini dipaksa berkutat di liga 2. Pertama kali juara 2005, selanjutnya berselang pada musim 2008/2009 dan 2010/2011.
Persib mengawali gelar juara pada 1994. Menandai gelaran perdana kompetisi era liga profesional Indonesia. Memadukan tim perserikatan (amatir) dan semi profesional yang disebut Galatama (Liga Sepakbola Utama) dalam satu wadah kompetisi profesional berskala nasional.
Selama dua dekade atau 20 tahun, Persib harus puasa prestasi. Baru pada musim 2014, Persib merebut gelar juara dari tangan Persipura. Menutup dominasi tim Papua yang menjuarai musim tahun sebelumnya (2013) sebagai gelar ke empat.
Usai raihan juara kali kedua, Persib kembali dalam penantian sembilan tahun atau lima musim. Di antaranya terkendala musim pandemi Covid-19. Capaian puncak tangga diraih Persib pada musim 2023/2024. Gelar juara untuk ketiga kalinya.

Prestasi Bojan Hodak
Juara musim 2023/2024 merupakan debut pelatih Bojan Hodak (kini 55 tahun), berkebangsaan Kroasia. Pelatih asing pertama yang sukses mengantar Persib sebagai juara Liga Indonesia. Pelatih bermahkota plontos kelahiran Zagreb, semasa Yugoslavia ini menggantikan Luis Milla.
Sang sutradara taktik dan strategi Persib itu berlanjut. Berhasil pertahankan gelar atau back to back pada musim 2024/2025. Prestasi yang membanggakan. Bahkan mengulang capaian puncak musim kompetisi 2025/2026 yang baru saja rampung.
Persib juara dan juara lagi. Prestasi back to back beruntun. Tiga kali juara berturut-turut yang setara prestasi hattrick. Tiga kali juara musim, tiga kali dalam kendali arsitek pelatih Bojan Hodak. Prestasi Persib setara prestasi Bojan Hodak. Bila Persib sebagai tim berhak atas penghargaan Bintang Lima, bagi Hodak sekurangnya berlabel prestasi Bintang Tiga untuk kategori pelatih.
Kompetisi kasta tertinggi sepakbola (modern) Indonesia dimulai 1994. Adalah penggabungan tim perserikatan dan Galatama itu bertransformasi menjadi Liga Indonesia, hingga 2007. Berikutnya bergulir ISL (Indonesia Super League) profesional dengan standar FIFA. Lanjut penamaan ulang Liga 1, sejak 2017 hingga 2024. Mulai musim 2025, dengan label Liga Super Indonesia sebagai format kompetisi tertinggi.
Persib menggenggam rekor lima kali juara, meninggalkan Persipura (4 kali). Tercatat lima tim mencetak dua kali juara. Yakni Persija, Persebaya, PSM, Bali United dan Persik.
Berikut daftar tim juara dan runner up Liga 1 Indonesia :
- 1994/95 : Persib – Petrokimia Putra Gresik.
- 1995/96 : Bandung Raya – PSM Makasar.
- 1996/97 : Persebaya Surabaya – Bandung Raya.
- 1998/99 : PSIS Semarang – Persebaya.
- 1998/2000 : PSM – PKT Bontang.
- 2001 : Persija Jakarta – PSM.
- 2002 : Petrokimia Putra – Persita Tangerang.
- 2003 : Persik Gresik – PSM.
- 2004 : Persebaya – PSM.
- 2005 : Persipura Jayapura – Persija.
- 2006 : Persik – PSIS.
- 2007 : Sriwijaya FC – PSMS Medan.
- 2008/09 : Persipura – Persiwa Wamena.
- 2009/10 : Arema FC Malang – Persipura.
- 2010/11 : Persipura – Arema FC.
- 2011/12 : Sriwijaya – Persipura.
- 2011/12 : Semen Padang – Persebaya.
(Hasil musim 2011/12 tidak diakui kompetisi resmi). - 2013 : Persipura – Arema FC.
- 2014 : Persib – Persipura.
- 2017 : Bhayangkara FC – Bali United.
- 2018 : Persija – PSM.
- 2019 : Bali United – Persebaya.
- 2021/22 : Bali United – Persib.
(BU pertahankan gelar juara, usai masa pandemi Covid-19). - 2022/23 : PSM – Persija.
- 2023/24 : Persib – Madura United.
- 2024/25 : Persib – Dewa United.
- 2025/2026 : Persib – Borneo FC.***
imam wahyudi (iW)















