Sejak Awal pun Babak Belur
HANYA sedikit timnas yang unjuk performa kompetisi tingkat dunia. Semisal timnas Iran yang tengah dihantui eskalasi perang lawan duet AS – Israel. Tak terkalahkan, mampu menahan imbang tiga laga wajib grup-G lawan Belgia, Mesir dan Selandia Baru. Prestasi draw itu tak cukup mengantar Iran babak sistem gugur.
Timnas Iran menjadi bagian dari kloter pertama yang mesti meninggalkan arena Piala Dunia 2026. Apalagi timnas lainnya yang kadung babak belur oleh berondongan gol. Di antaranya yang tak cukup populer di kancah sepakbola mancanegara.
Tanpa keseruan babak Piala Dunia 2026, sejumlah 16 timnas sudah harus angkat koper. Begitulah aturannya, pun akibat jumlah partisipan yang gemuk minus prestasi. Timnas tergusur itu babak belur sejak awal. Tujuh di antaranya dari zona Asia. Qatar, Arab Saudi, Irak, Yordania, Uzbekistan, Korsel, dan Iran. Dari zona Eropa: Turki, Skotlandia dan Cekoslowakia. Tiga timnas zona Amerika Utara dan Tengah adalah Haiti, Curacao dan Panama. Pun timnas Uruguay dari zona Amerika Latin juga harus pulang. Dua timnas lainnya, Tunisia (zona Afrika) dan Selandia Baru dari zona Oseania.
24 Timnas Lolos Babak-32
Tercatat 24 timnas secara otomatis lolos ke babak “32 besar” sistem gugur. Mereka timnas “2 besar” dari fase grup. Adalah grup-A : Meksiko (poin 9) dan Afrika Selatan (4); B : Swiss (7) dan Kanada (4); C : Brasil (7) dan Maroko (7); D : Amerika Serikat (6) dan Australia (4); E : Jerman (6) dan Pantai Gading (6); F : Belanda (7) dan Jepang (5); G : Belgia (5) dan Mesir (5); H : Spanyol (7) dan Tanjung Verde (3); I : Prancis (9) dan Norwegia (6); J : Argentina (9) dan Austria (4); K : Kolombia (7) dan Portugal (5) serta grup-L : Inggris (7) dan Kroasia (6).
Tambahan delapan timnas lainnya ranking-3 “terbaik” grup. Adalah Kongo, Swedia, Ghana, Ekuador, Bosnia & Herzegovina, Aljazair, dan Paraguay masing-masing berbekal poin empat serta Senegal (poin 3).
Pentas Dunia Tanpa Pesona
Catatan di atas menunjukkan arah penurunan kualitas Piala Dunia. Akibat lobby-lobby dan fulus, FIFA berdalih mengakomodasi lebih banyak timnas peserta. Ditengarai pengaturan dalam mendapatkan slot lebih banyak dari setiap zona. Kali ini dengan format 48 timnas partisipan, dari sebelumnya tradisi 32 timnas. Proses kualifikasi dibagi menjadi 6 zona konfederasi FIFA di seluruh dunia yang diberlakukan pada Piala Dunia 2026.
Sebelumnya format 32 negara mentradisi sejak 1998 hingga 2022. Alokasi konfederasi dengan zona Eropa mendapatkan jatah terbanyak yang mencapai 13 slot. Meski kini menjadi 16 slot, timnas Italia yang harus tergusur di babak play off kualifikasi zona Eropa. Kalah adu penalti lawan Bosnia & Herzegovina. Juara dunia empat kali ini pun mengulangi tak lolos Piala Dunia untuk kali ketiga secara beruntun sejak 2018.
Apa pun argemennya, format 48 negara dinilai tidak menyentuh aspek prestasi dan persaingan antartimnas. Pergelaran Piala Dunia lebih mirip pesta Piala Dunia. Lebih banyak negara peserta, diharapkan lebih meriah. Bila semata merujuk lahirnya prestasi dunia, nyatanya tak terjadi. Cuma heboh sesaat. Saatnya pula evaluasi secara bertanggungjawab dan kembali ke format 32 negara.***














