TERASJABAR.ID – Nasi goreng merupakan hidangan favorit banyak orang di Indonesia yang kerap dinikmati saat pagi maupun malam hari.
Menu ini biasanya dibuat dari nasi putih yang ditumis dengan minyak, kecap, serta tambahan lauk seperti telur atau daging olahan.
Namun, cara pengolahan dan bahan yang digunakan sering memicu kenaikan gula darah, sehingga muncul pertanyaan: amankah nasi goreng untuk penderita diabetes?
Pada dasarnya, penderita diabetes tetap boleh mengonsumsi nasi goreng, asalkan tidak berlebihan dan tidak terlalu sering.
Porsi, bahan, serta metode memasak perlu diperhatikan dengan saksama.
Nasi putih memiliki indeks glikemik tinggi yang dapat membuat kadar gula darah cepat meningkat.
Ditambah lagi, kecap manis dan daging olahan umumnya tinggi gula, garam, dan lemak, sehingga menyulitkan pengendalian gula darah.
Selain itu, nasi goreng sering minim serat karena kurang sayuran.
Padahal, serat berperan penting dalam memperlambat penyerapan gula.
Penggunaan minyak berlebih juga meningkatkan asupan lemak dan kalori yang berpotensi memicu kenaikan berat badan dan memperparah resistensi insulin.
Agar lebih aman, penderita diabetes disarankan membuat nasi goreng sendiri dengan bahan lebih sehat.
Gunakan nasi merah atau nasi jagung, batasi minyak, perbanyak sayuran, kurangi kecap manis, serta hindari daging olahan. Kontrol porsi juga penting, cukup setengah piring kecil, dan imbangi dengan lauk sehat.
Jika dikonsumsi tanpa pengaturan, nasi goreng dapat menyebabkan lonjakan gula darah, kenaikan berat badan, dan meningkatkan risiko komplikasi diabetes.
Jadi, nasi goreng boleh dikonsumsi, namun harus bijak dan terkontrol.-***
















