Evakuasi dilakukan dengan ekstra hati-hati. Rofik diikat pada tandu darurat dan ditarik ke atas menggunakan sistem tali. Sekitar pukul 07.30 WITA, ia berhasil dibawa ke Pos Plawangan Sembalun untuk mendapat pertolongan pertama, sebelum dirujuk ke Puskesmas Sembalun.
- Kamar Mandi Tergerus Air Sungai Saat Buang Air Kecil, Warga Kutawaring Hilang Terbawa Arus
- Manfaat Bersepeda bagi Wanita untuk Kesehatan Fisik dan Mental
- Menaker: BLK Disiapkan Jadi Klinik Produktivitas dan Inkubator Bisnis
- Tiket H-3 dan H-2 Lebaran Masih Tersedia, KAI Imbau Pelanggan Rencanakan Perjalanan Sejak Dini
- Pencarian Korban Longsor Cisarua Hari ke-10, Tujuh Jasad Ditemukan, Total 83 Korban Sudah Dievakuasi
Keajaiban di Balik Keselamatan
Pemeriksaan medis menunjukkan Rofik hanya mengalami luka lecet di wajah dan tangan, memar di tubuh, serta kemungkinan keseleo ringan di pergelangan kaki. “Ini benar-benar keajaiban. Jatuh 20 meter di tebing seperti Letter E biasanya berakibat fatal, tapi vegetasi dan posisi tubuhnya saat jatuh membantu menyelamatkan,” ujar dr. Putu Eka, dokter yang menangani Rofik.
Faktor lain yang membantu adalah perlengkapan pendakian Rofik. Ia mengenakan helm pelindung, sepatu gunung dengan grip kuat, dan jaket tebal yang melindungi tubuhnya dari benturan. Selain itu, pengalaman pemandu dan respons cepat tim SAR menjadi kunci keberhasilan penyelamatan.
















