Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bekasi, Dwy Sigit Andrian, menyampaikan prevalensi stunting berhasil turun dari 23,2 persen pada 2023 menjadi 18,4 persen pada 2024.
Data aplikasi e-PPGBM 2024 masih mencatat 3.948 anak mengalami stunting sehingga program Makan Bergizi Gratis diarahkan menjadi intervensi nyata memperbaiki kualitas gizi masyarakat.
“Stunting bukan hanya soal gizi, tapi tentang menyiapkan generasi emas 2045,” tegas Dwy Sigit.
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi, Sri Enny Mainiarti, menilai makanan bergizi gratis efektif membantu menurunkan stunting dan gizi buruk pada anak.
“Kami siap menjadi mitra evaluasi dampak program di fasilitas kesehatan,” kata Sri Enny.
Menutup rapat, Carwinda meminta pemasok bahan pangan diprioritaskan berasal dari desa dan kecamatan sekitar agar perputaran ekonomi program turut dirasakan masyarakat lokal.
“Pastikan masyarakat di desa dan kecamatan yang menjadi pemasok, agar perekonomian lokal ikut maju,” tegas Carwinda.***
Sumber: Diskominfo Kab. Bekasi
















