“Kesadaran masyarakat sangat penting. Hindari membakar sampah atau lahan, karena dalam kondisi kering seperti ini, api sangat mudah menyebar,” tambahnya.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk menggunakan air secara bijak, menjaga kebersihan lingkungan, serta memperhatikan kondisi kesehatan, terutama akibat paparan debu dan keterbatasan air bersih selama musim kemarau.
“Jadi kami juga mengimbau kepada masyarakat yang pertama itu bijak menggunakan air,” katanya.
Di sektor pertanian, petani juga didorong untuk menyesuaikan pola tanam dengan kondisi cuaca, termasuk menggunakan varietas tanaman yang tahan terhadap kekeringan guna menjaga produktivitas.
Sebagai langkah kesiapsiagaan, BPBD Kabupaten Bekasi juga membuka akses layanan darurat melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) yang dapat dihubungi masyarakat jika terjadi kondisi darurat melalui nomor 081219071900.
Melalui surat edaran ini, Pemkab Bekasi berharap seluruh elemen masyarakat dapat berperan aktif dalam meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau 2026, sehingga potensi risiko bencana dapat diminimalisir dan ketahanan daerah tetap terjaga.
“Kami juga dari BPBD terus melakukan upaya-upaya, terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pusat untuk meningkatkan upaya-upaya yang bisa dilakukan dalam rangka menghadapi musim kekeringan ke depan ini,” ujarnya.***
Sumber: Diskominfo Kab. Bekasi


















