terasjabar.id
Kamis, 18 Juni 2026
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
No Result
View All Result
terasjabar.id
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
Kamis, 18 Juni 2026
No Result
View All Result
terasjabar.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Pancasila di Tengah Gejolak Rupiah dan Kegelisahan Rakyat

Herman by Herman
31 Mei 2026 19:34
in Berita Utama, Opini
Reading Time: 5 mins read
A A
0
Pancasila di Tengah Gejolak Rupiah dan Kegelisahan Rakyat

Oleh: Ahkam Jayadi

ADVERTISEMENT

Setiap tanggal 1 Juni selalu mengingatkan bangsa Indonesia pada sebuah peristiwa historis yang menentukan arah perjalanan negara ini. Pada tanggal itulah Soekarno memperkenalkan Pancasila sebagai dasar filosofis negara Indonesia yang merdeka. Tujuh puluh sembilan tahun setelah pidato monumental tersebut, pertanyaan yang layak diajukan bukan lagi apakah Pancasila masih dihafal, melainkan apakah Pancasila masih dihayati dan diwujudkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.” Tema ini menegaskan bahwa Pancasila bukan hanya perekat kebangsaan Indonesia, tetapi juga nilai universal yang dapat menjadi kontribusi Indonesia bagi perdamaian dunia.

Hanya saja, di balik semangat peringatan tersebut, rakyat Indonesia sedang menghadapi kenyataan yang tidak sederhana. Gejolak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, kenaikan harga kebutuhan pokok, meningkatnya biaya pendidikan dan kesehatan, serta menurunnya daya beli masyarakat telah melahirkan kegelisahan sosial yang nyata. Dalam situasi demikian, memperingati Hari Lahir Pancasila tidak cukup dilakukan dengan upacara dan pidato. Yang lebih penting adalah memaknai kembali Pancasila sebagai instrumen moral untuk menjawab persoalan rakyat.

Ketika Rupiah Menjadi Kegelisahan Sosial.

Dalam teori ekonomi modern, nilai tukar mata uang sering dipahami sebagai indikator stabilitas ekonomi. Namun, bagi masyarakat kecil, melemahnya rupiah bukan sekadar persoalan statistik makroekonomi. Ia hadir dalam bentuk harga beras yang meningkat, biaya transportasi yang bertambah, harga pupuk yang naik, dan kebutuhan hidup yang semakin sulit dijangkau.

Apa yang terjadi pada rupiah sesungguhnya bukan hanya masalah pasar, melainkan masalah kemanusiaan. Ketika harga-harga meningkat sementara pendapatan masyarakat tidak bertambah secara signifikan, maka yang terancam bukan hanya kesejahteraan ekonomi, melainkan juga rasa keadilan sosial.
Amartya Sen dalam Development as Freedom menjelaskan bahwa pembangunan harus diukur dari kemampuan manusia menjalani kehidupan yang bermartabat, bukan semata-mata dari angka pertumbuhan ekonomi. Menurut Sen, pertumbuhan ekonomi kehilangan maknanya apabila tidak menghasilkan kebebasan dan kesejahteraan bagi manusia.

RELATED POSTS

RD Kongo Curi Poin dari Portugal, Ronaldo Mandul di Laga Perdana

Botol Berisi Air Zamzam Hasil Sitaan milik Jemaah Haji Numpuk di Gudang

Hilang 3 Tahun, Yuvita Asal Rancaekek Diduga Disekap di Cileunyi Ditemukan Penuh Luka di RSHS Bandung

Maradona Guncang Dunia dengan Gol Tangan Tuhan, Sebuah Kontroversi yang Tak Pernah Terlupakan

Kisah Kejutan Piala Dunia: 44 Tahun Silam, Aljazair Taklukkan Raksasa Jerman Barat

Dalam konteks Indonesia, pandangan tersebut memiliki relevansi yang kuat. Sebab, tujuan negara sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 bukan hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, melainkan “memajukan kesejahteraan umum” dan “mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”

Pancasila sebagai Etika Ekonomi Bangsa

Pancasila sejatinya tidak hanya berbicara tentang politik dan kenegaraan. Pancasila juga mengandung etika ekonomi yang menempatkan manusia sebagai pusat pembangunan.
Mohammad Hatta, salah seorang proklamator dan Bapak Koperasi Indonesia, menegaskan bahwa sistem ekonomi Indonesia harus berlandaskan asas kekeluargaan dan gotong royong. Hatta menolak sistem ekonomi yang hanya menguntungkan kelompok tertentu sementara sebagian besar rakyat tetap berada dalam kesulitan.
Pandangan tersebut kemudian menemukan dasar konstitusionalnya dalam Pasal 33 UUD 1945 yang menegaskan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.

Dalam perspektif ini, gejolak rupiah dan kenaikan harga bukan semata-mata persoalan teknis ekonomi, tetapi ujian terhadap komitmen negara dalam menjalankan amanat konstitusi dan nilai-nilai Pancasila.
Sila kelima, “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia,” sesungguhnya merupakan ukuran keberhasilan pembangunan nasional. Jika pertumbuhan ekonomi tinggi tetapi rakyat semakin sulit memenuhi kebutuhan dasar, maka terdapat persoalan serius dalam orientasi pembangunan.

Page 1 of 2
12Next
ShareTweetSend

Related Posts

RD Kongo Curi Poin dari Portugal, Ronaldo Mandul di Laga Perdana
Sport

RD Kongo Curi Poin dari Portugal, Ronaldo Mandul di Laga Perdana

18 Jun 2026 02:50
Botol Berisi Air Zamzam Hasil Sitaan milik Jemaah Haji Numpuk di Gudang
News

Botol Berisi Air Zamzam Hasil Sitaan milik Jemaah Haji Numpuk di Gudang

18 Jun 2026 01:41
Hilang 3 Tahun, Yuvita Asal  Rancaekek Diduga Disekap di Cileunyi Ditemukan Penuh Luka di RSHS Bandung
Bandung Raya

Hilang 3 Tahun, Yuvita Asal Rancaekek Diduga Disekap di Cileunyi Ditemukan Penuh Luka di RSHS Bandung

18 Jun 2026 01:28
Maradona Guncang Dunia dengan Gol Tangan Tuhan, Sebuah Kontroversi yang Tak Pernah Terlupakan
Sport

Maradona Guncang Dunia dengan Gol Tangan Tuhan, Sebuah Kontroversi yang Tak Pernah Terlupakan

18 Jun 2026 00:52
Kisah Kejutan Piala Dunia: 44 Tahun Silam, Aljazair Taklukkan Raksasa Jerman Barat
Sport

Kisah Kejutan Piala Dunia: 44 Tahun Silam, Aljazair Taklukkan Raksasa Jerman Barat

18 Jun 2026 00:33
Setelah 52 Tahun, DR Kongo Kembali Merasakan Suasana Piala Dunia
Sport

Setelah 52 Tahun, DR Kongo Kembali Merasakan Suasana Piala Dunia

18 Jun 2026 00:03
Next Post
Rafael Leao Cetak Dua Gol, Milan Kembali ke Puncak Serie A

Klausul €175 Juta Tak Lagi Jadi Jaminan, Rafael Leao Berpotensi Dijual

Udinese Buka Peluang Lepas Oumar Solet ke Inter Milan

Udinese Buka Peluang Lepas Oumar Solet ke Inter Milan

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gaji 4 Juta! Satex Group Bandung Adakan Loker Admin Gudang Buat Lulusan SMA SMK

Gaji 4 Juta! Satex Group Bandung Adakan Loker Admin Gudang Buat Lulusan SMA SMK

15 Jun 2026 16:51
Gaji 3,5 Juta! PT Putra Mutiara Jaya Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

Gaji 3,5 Juta! PT Putra Mutiara Jaya Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

11 Jun 2026 16:39
TERBARU! Yogya Bandung Buka Loker SC Bakery Buat Lulusan SMA SMK, Tertarik?

Ada 3 Posisi! Yogya Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

29 Apr 2026 16:57
Untuk Lulusan SMA SMK! Gramedia Bandung Buka Loker Teranyar

Untuk Lulusan SMA SMK! Gramedia Bandung Buka Loker Teranyar

11 Jun 2026 17:23
RD Kongo Curi Poin dari Portugal, Ronaldo Mandul di Laga Perdana

RD Kongo Curi Poin dari Portugal, Ronaldo Mandul di Laga Perdana

0
Botol Berisi Air Zamzam Hasil Sitaan milik Jemaah Haji Numpuk di Gudang

Botol Berisi Air Zamzam Hasil Sitaan milik Jemaah Haji Numpuk di Gudang

0
Kandang Terbakar Jelang Subuh, 7.000 Puyuh dan 2.000 Ayam Hangus Jadi Abu

Kandang Terbakar Jelang Subuh, 7.000 Puyuh dan 2.000 Ayam Hangus Jadi Abu

0
Hilang 3 Tahun, Yuvita Asal  Rancaekek Diduga Disekap di Cileunyi Ditemukan Penuh Luka di RSHS Bandung

Hilang 3 Tahun, Yuvita Asal Rancaekek Diduga Disekap di Cileunyi Ditemukan Penuh Luka di RSHS Bandung

0
RD Kongo Curi Poin dari Portugal, Ronaldo Mandul di Laga Perdana

RD Kongo Curi Poin dari Portugal, Ronaldo Mandul di Laga Perdana

18 Jun 2026 02:50
Botol Berisi Air Zamzam Hasil Sitaan milik Jemaah Haji Numpuk di Gudang

Botol Berisi Air Zamzam Hasil Sitaan milik Jemaah Haji Numpuk di Gudang

18 Jun 2026 01:41
Hilang 3 Tahun, Yuvita Asal  Rancaekek Diduga Disekap di Cileunyi Ditemukan Penuh Luka di RSHS Bandung

Hilang 3 Tahun, Yuvita Asal Rancaekek Diduga Disekap di Cileunyi Ditemukan Penuh Luka di RSHS Bandung

18 Jun 2026 01:28
Maradona Guncang Dunia dengan Gol Tangan Tuhan, Sebuah Kontroversi yang Tak Pernah Terlupakan

Maradona Guncang Dunia dengan Gol Tangan Tuhan, Sebuah Kontroversi yang Tak Pernah Terlupakan

18 Jun 2026 00:52

Teras Arsip

  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Sertifikat JMSI
Hubungi Kami : [email protected]

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Opini
  • Indeks Berita

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.