Bantuan logistik kemudian didistribusikan bertahap ke Langkat (Sumut) dan Aceh Tamiang (Aceh) untuk membantu kebutuhan dasar warga selama masa tanggap darurat.
Bantuan meliputi makanan siap saji, beras, air minum, susu, perlengkapan kebersihan, popok bayi, obat-obatan, serta kebutuhan anak-anak.
Total bantuan melalui Posko BPVP Medan mencakup 333 paket sembako, 200 selimut, 200 sarung, dan 700 paket makanan, serta dukungan logistik lain sesuai kebutuhan lapangan.
Di Sumatera Barat, Kemnaker Peduli membuka Posko Bantuan Bencana di BPVP Padang sebagai respons atas banjir dan longsor di sejumlah kabupaten dan kota.
Posko diperkuat Tim Dokter, Tim Trauma Healing, dan Tim Logistik, serta menjalankan pemulihan awal yang dekat dengan kebutuhan warga pascabanjir.
Kegiatan pemulihan awal tersebut antara lain pemeriksaan sepeda motor pascabanjir, pelatihan pembuatan lenan rumah tangga, serta pelatihan pengolahan masakan nusantara, dengan hasil pelatihan yang didistribusikan kepada masyarakat terdampak.
Menurut Sukro Muhab, pendekatan ini sejalan dengan upaya perluasan kesempatan kerja dan pemulihan kehidupan warga pascabencana.
Di Kabupaten Pidie Jaya (Aceh), Kemnaker Peduli melalui Posko BPVP Banda Aceh mengoperasikan dapur umum, layanan medis, serta pendampingan psikososial pada 15–26 Desember 2025 di sejumlah gampong dan desa terdampak. Dapur umum memproduksi ribuan porsi makanan dan layanan medis menjangkau ratusan pasien.

















