Puing-Puing Geopolitik
Kasihan Rusia.
Vladimir Putin pasti sedang minum vodka sambil sakit kepala.
Venezuela itu “kapal induk daratan” Rusia di Amerika Latin.
Tempat parkir pesawat pembom nuklir Tu-160 Blackjack.
Investasi Rosneft miliaran dolar di sana.
Dalam satu malam, aset itu hangus.
Rusia kehilangan pijakan strategisnya. Tanpa sempat menarik pelatuk.
China juga sama. Utang Venezuela ke Beijing mungkin tak akan pernah kembali.
Alarm untuk Kita
Lantas, bagaimana dengan Indonesia?
Membaca berita Caracas ini rasanya getir. Pahit.
Kita punya Nikel. Kita punya Laut. Kita seksi.
Tapi lihat diri kita di cermin.
Radar kita? Masih banyak yang bolong.
Sistem bank kita? Masih numpang jalur pipa SWIFT punya Barat.
Data kita? Masih di cloud asing.
Operasi Caracas mengajarkan satu hal: Kedaulatan tanpa teknologi itu omong kosong.
Diplomasi tanpa otot siber itu cuma puisi cengeng.
Jika besok kita dianggap “nakal” entah tiba-tiba karena hilirisasi atau karena vokal di PBB, siapkah kita?
Siapkah jika tombol “OFF” ditekan dari Washington?
Siapkah jika bank kita offline dan pesawat tempur asing sudah ada di atas Monas tanpa terdeteksi?
Di meja makan raksasa dunia hari ini, pilihannya cuma dua.
Anda duduk memegang garpu sebagai pemain.
Atau Anda telanjang di atas piring sebagai menu santapan.
Caracas sudah jadi menu.
Semoga kita lekas bangun. Sebelum ikut dimakan.***

















