terasjabar.id
Rabu, 7 Januari 2026
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
No Result
View All Result
terasjabar.id
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
Rabu, 7 Januari 2026
No Result
View All Result
terasjabar.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Negara, Kekuasaan Keluarga, Demokrasi, dan Paradoks Konflik Global

Herman by Herman
6 Jan 2026 04:57
in Berita Utama, Opini
Reading Time: 8 mins read
A A
0
Negara, Kekuasaan Keluarga, Demokrasi, dan Paradoks Konflik Global

Oleh HMU Kurniadi (Forum Wartawan Kebangsaan)

Konsep negara dalam sejarah manusia tidak pernah lahir dari ruang hampa. Banyak negara modern berakar dari struktur kekuasaan keluarga atau kelompok elite yang memiliki otoritas ekonomi, militer, dan simbolik. Dari monarki absolut, kerajaan feodal, hingga dinasti politik, negara awalnya merupakan perpanjangan dari kehendak keluarga atau kelompok superior yang menguasai wilayah, manusia, dan sumber daya.

ADVERTISEMENT

Seiring waktu, negara-negara tersebut mengalami proses modernisasi dengan mengadopsi prinsip demokrasi, konstitusionalisme, dan kedaulatan rakyat. Namun, modernisasi politik tersebut tidak serta-merta menghapus potensi konflik dan perang. Justru, selama konsep negara tetap eksis, potensi konflik struktural antarnegara akan terus ada.

Negara sebagai Produk Kekuasaan Elite

Dalam perspektif klasik, Max Weber mendefinisikan negara sebagai entitas yang memiliki monopoli penggunaan kekerasan yang sah dalam suatu wilayah tertentu. Definisi ini menegaskan bahwa sejak awal, negara dibangun di atas kemampuan memaksa. Pada fase awal pembentukannya, negara kerap dikendalikan oleh keluarga berkuasa atau elite dominan yang melegitimasi kekuasaan melalui darah, agama, atau tradisi. Konsep ini terlihat jelas pada monarki Eropa, kekaisaran Asia, hingga kerajaan-kerajaan Nusantara.

Teori elitisme politik (Vilfredo Pareto dan Gaetano Mosca) menegaskan bahwa dalam setiap sistem politik, termasuk demokrasi, kekuasaan riil tetap berada di tangan minoritas elite. Demokrasi modern hanya mengubah cara sirkulasi elite, bukan menghapus dominasi mereka. Dengan kata lain, negara tetap menjadi alat kekuasaan kelompok dominan, meskipun dibungkus oleh mekanisme pemilihan umum dan partisipasi rakyat.

Modernisasi Demokrasi dan Ilusi Kesetaraan

RELATED POSTS

Operasi 300 Menit: Bedah Teknis Penculikan Presiden Venezuela

Deforestasi Akibat Konsesi Hutan dan Lahan di Indonedia Yang Diobral Tanpa Kontrol Selama Indonesia Merdeka 1945-2025

Air Bersih Antara Singapura – Indonesia

Kaleidoskop 2025: Tahun Kelam Penegakan Hukum di Indonesia

Kaleidoskop 2025: Dari Indonesia ke Nepal, Api Protes Menyebar ke Asia

Modernisasi negara ditandai oleh adopsi demokrasi, hukum tertulis, dan prinsip kesetaraan warga negara. Teori kontrak sosial dari Thomas Hobbes, John Locke, dan Jean-Jacques Rousseau menjelaskan bahwa negara modern dibentuk untuk mencegah kekacauan dan menjamin keamanan bersama. Namun, Hobbes secara tegas menyatakan bahwa tanpa kekuasaan yang kuat, kehidupan manusia akan berada dalam kondisi bellum omnium contra omnes (perang semua melawan semua).

Paradoksnya, demokrasi di tingkat domestik tidak selalu berbanding lurus dengan perdamaian di tingkat internasional. Negara demokratis tetap bersaing, berkonflik, dan berperang dengan negara lain demi mempertahankan kepentingan nasionalnya. Hal ini menegaskan bahwa demokrasi hanya mengatur relasi internal warga negara, bukan menghapus logika konflik antarnegara.

Page 1 of 5
12...5Next
Tags: Amerika SerikatindonesiaVenezuela
ShareTweetSend

Related Posts

Operasi 300 Menit: Bedah Teknis Penculikan Presiden Venezuela
Berita Utama

Operasi 300 Menit: Bedah Teknis Penculikan Presiden Venezuela

5 Jan 2026 15:46
Deforestasi Akibat Konsesi Hutan dan Lahan di Indonedia Yang Diobral Tanpa Kontrol Selama Indonesia Merdeka 1945-2025
Berita Utama

Deforestasi Akibat Konsesi Hutan dan Lahan di Indonedia Yang Diobral Tanpa Kontrol Selama Indonesia Merdeka 1945-2025

1 Jan 2026 05:08
Air Bersih Antara Singapura – Indonesia
Berita Utama

Air Bersih Antara Singapura – Indonesia

28 Des 2025 21:45
Kaleidoskop 2025: Tahun Kelam Penegakan Hukum di Indonesia
Ragam

Kaleidoskop 2025: Tahun Kelam Penegakan Hukum di Indonesia

28 Des 2025 21:02
Kaleidoskop 2025: Dari Indonesia ke Nepal, Api Protes Menyebar ke Asia
Ragam

Kaleidoskop 2025: Dari Indonesia ke Nepal, Api Protes Menyebar ke Asia

27 Des 2025 15:02
Tenis Ganda Putri Indonesia Raih Medali Emas SEA Games 2025, Tumbangkan Tim Tuan Rumah Thailand
Sport

Tenis Ganda Putri Indonesia Raih Medali Emas SEA Games 2025, Tumbangkan Tim Tuan Rumah Thailand

19 Des 2025 17:30
Next Post
Teror Terhadap Pengguna Media Sosial Menguji Komitmen Serta Ketangguhan dari Kecerdasan Spiritual Pejuang yang Sejati

Teror Terhadap Pengguna Media Sosial Menguji Komitmen Serta Ketangguhan dari Kecerdasan Spiritual Pejuang yang Sejati

Puisi Esai “Eng An Kiong” Hadirkan Jejak Sejarah Kebebasan Beragama di Haul Gus Dur ke-16

Puisi Esai “Eng An Kiong” Hadirkan Jejak Sejarah Kebebasan Beragama di Haul Gus Dur ke-16

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Desa Pandawangi Akhirnya Resmi Jadi Desa Baru Pemekaran dari Desa Cinunuk

Desa Pandawangi Akhirnya Resmi Jadi Desa Baru Pemekaran dari Desa Cinunuk

1 Jan 2026 12:12
SKAK MAT PAK MENTERI KEHUTANAN

SKAK MAT PAK MENTERI KEHUTANAN

31 Des 2025 05:37
Operasi 300 Menit: Bedah Teknis Penculikan Presiden Venezuela

Operasi 300 Menit: Bedah Teknis Penculikan Presiden Venezuela

5 Jan 2026 15:46
Mengenal Sugianto Nelayan asal Indramayu yang Dapat Penghargaan dari Presiden Korea Selatan

Mengenal Sugianto Nelayan asal Indramayu yang Dapat Penghargaan dari Presiden Korea Selatan

5 Jan 2026 20:06
Sidang Perdana Cerai Atalia–Ridwan, Kedua Pihak Tak Hadir

Bahtera Rumah Tangga 29 Tahun Ridwan Kamil dan Atalia Praratya Resmi Berakhir

0
Lantik Pejabat Baru, OJK Perkuat Fungsi Pengawasan dan Transformasi Organisasi

Lantik Pejabat Baru, OJK Perkuat Fungsi Pengawasan dan Transformasi Organisasi

0
Antoine Semenyo Jadi Incaran Empat Klub, Liverpool Jadi Prioritas

Performa Impresif Bawa Semenyo Merapat ke Manchester City

0
Presiden Prabowo Umumkan Swasembada Pangan, Indonesia Ulang Sejarah Kejayaan

Presiden Prabowo Umumkan Swasembada Pangan, Indonesia Ulang Sejarah Kejayaan

0
Sidang Perdana Cerai Atalia–Ridwan, Kedua Pihak Tak Hadir

Bahtera Rumah Tangga 29 Tahun Ridwan Kamil dan Atalia Praratya Resmi Berakhir

7 Jan 2026 20:45
Renungan Di Awal Tahun 2026, Bencana dan Program Penguasa

Renungan Di Awal Tahun 2026, Bencana dan Program Penguasa

7 Jan 2026 20:21
Lantik Pejabat Baru, OJK Perkuat Fungsi Pengawasan dan Transformasi Organisasi

Lantik Pejabat Baru, OJK Perkuat Fungsi Pengawasan dan Transformasi Organisasi

7 Jan 2026 19:42
Antoine Semenyo Jadi Incaran Empat Klub, Liverpool Jadi Prioritas

Performa Impresif Bawa Semenyo Merapat ke Manchester City

7 Jan 2026 18:55
  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Sertifikat JMSI
Hubungi Kami : [email protected]

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Opini
  • Indeks Berita

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.