terasjabar.id
Senin, 12 Januari 2026
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
No Result
View All Result
terasjabar.id
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
Senin, 12 Januari 2026
No Result
View All Result
terasjabar.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Nasionalisasi Kekayaan Jilid Baru: Patriot Bonds Sebagai Jalan Prabowo Membesarkan Negeri

Herman by Herman
29 Agu 2025 09:06
in Berita Utama, Opini
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Nasionalisasi Kekayaan Jilid Baru: Patriot Bonds Sebagai Jalan Prabowo Membesarkan Negeri

Dari sisi uang beredar (M2), Juli 2025 tembus Rp9.569,7 triliun. Ini memperlihatkan likuiditas domestik yang memadai untuk menyerap skema dana murah jika desainnya tepat.

Nominal PDB 2024 (harga berlaku) Rp22.139 triliun. Bila kita bicara underground/shadow economy, beragam studi memperkirakan ukurannya ~20–30% PDB (rata-rata jangka panjang). Ambil titik tengah 25% saja, berarti ada ~Rp5.500 triliun aktivitas ekonomi di luar radar resmi. Menarik 10% saja dari porsi ini ke sistem formal berarti ~Rp550 triliun—11× target gelombang awal Patriot Bonds. Inilah urgensi “nasionalisasi likuiditas” lewat persuasi.

Catatan bunga & insentif: Rata-rata bunga deposito 12 bulan di 2025 berkisar ±5%—di atas kupon Patriot Bonds 2%. Secara kalkulator, obligasi patriotik kalah menarik. Tapi secara politik-ekonomi, ia memberi license to operate bagi dana besar yang ingin pulang kampung dengan stempel “merah putih”.

Bagaimana cara kerja “nasionalisasi likuiditas” ini?

RELATED POSTS

Kalangan Wartawan Bentuk Himpunan Wartawan Ekonomi Indonesia

Kaleidoskop 2025: Ketika Judi Online Menggerogoti Ekonomi dan Integritas Aparat

Kaleidoskop 2025: Langkah Cepat Purbaya Menata Mesin Ekonomi

Ini Penjelasan Menkeu Purbaya Soal Kondisi Ekonomi Indonesia Dihadapan Komisi XI DPR RI

Menkeu Purbaya Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh 6 Persen Tahun 2026, Ini Penjelasannya

ADVERTISEMENT
  1. Memanggil dana resmi konglomerat: Dengan kupon di bawah pasar, “imbal hasil” non-finansial yang dikejar adalah legitimasi, akses, dan reputasi. Di ekosistem proyek strategis—dari waste-to-energy sampai hilirisasi nikel—posisi ini berharga. Danantara sendiri sudah bergerak di nikel/green metallurgy.
  2. Menjinakkan uang abu-abu: Bagi dana yang selama ini berada di wilayah underground, Patriot Bonds memberi jalur formal untuk masuk sistem dengan jejak kepatuhan. Pelajaran dari Tax Amnesty 2016—realisasi repatriasi Rp121,3 triliun—dan PPS 2022—repatriasi Rp13,7 triliun—menunjukkan bahwa carrot policy bisa menarik uang pulang, meski belum maksimal. Patriot Bonds berpotensi jadi amnesty finansial bergaya pasar—lebih halus, lebih presisi.
  3. Dana murah untuk program besar: Kupon 2% membuat biaya dana supermurah untuk membiayai hilirisasi, infrastruktur energi, pangan, dan program kerakyatan—alih-alih mengandalkan utang luar negeri yang biasanya lebih mahal dan lebih “ribet”.

Apakah ini mengganggu perbankan?

Risiko funding outflow itu ada, tapi ukurannya terkelola. Dengan LDR industri ~86,4% (Juni 2025), ruang intermediasi bank masih lapang. Lagi pula, gelombang awal Rp50 triliun hanya ±0,54% DPK—tidak langsung mengeringkan likuiditas perbankan. Jika tekanan muncul, bank punya tuas penyesuaian bunga, sementara BI bisa mengelola transmisi kebijakan di sekitar BI-Rate 5,00%.

Page 2 of 3
Prev123Next
Tags: EkonomiRaditya
ShareTweetSend

Related Posts

Kalangan Wartawan Bentuk Himpunan Wartawan Ekonomi Indonesia
Ekonomi

Kalangan Wartawan Bentuk Himpunan Wartawan Ekonomi Indonesia

6 Jan 2026 11:44
Kaleidoskop 2025: Ketika Judi Online Menggerogoti Ekonomi dan Integritas Aparat
Ragam

Kaleidoskop 2025: Ketika Judi Online Menggerogoti Ekonomi dan Integritas Aparat

31 Des 2025 05:02
Kaleidoskop 2025: Langkah Cepat Purbaya Menata Mesin Ekonomi
Ragam

Kaleidoskop 2025: Langkah Cepat Purbaya Menata Mesin Ekonomi

26 Des 2025 15:02
Ini Penjelasan Menkeu Purbaya Soal Kondisi Ekonomi Indonesia Dihadapan Komisi XI DPR RI
Ekonomi

Ini Penjelasan Menkeu Purbaya Soal Kondisi Ekonomi Indonesia Dihadapan Komisi XI DPR RI

28 Nov 2025 15:55
Resmi!-Menkeu-Purbaya-Yudhi-Sadewa-Siapkan-Redenomisasi-Rupiah-,-Begini-Penjelasannya
Ekonomi

Menkeu Purbaya Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh 6 Persen Tahun 2026, Ini Penjelasannya

16 Nov 2025 14:10
Infrastruktur, Pendidikan dan Layanan Publik Jadi Fokus pada APBD Perubahan Jabar 2025
Ekonomi

Ekonomi Jabar Tumbuh 5,20 persen, Masih Di Atas Rata-rata Nasional, BPS Ungkap Datanya

13 Nov 2025 10:58
Next Post
IZI Raih Penghargaan BAZNAS Awards 2025 Kategori LAZ Nasional Pengentasan Kemiskinan Standar HK Terbaik

IZI Raih Penghargaan BAZNAS Awards 2025 Kategori LAZ Nasional Pengentasan Kemiskinan Standar HK Terbaik

Pisah Sambut Kapolsek Cileunyi Kompol Rizal dan AKP Anggy, Keduanya Mengungkapkan Ini

Pisah Sambut Kapolsek Cileunyi Kompol Rizal dan AKP Anggy, Keduanya Mengungkapkan Ini

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kejaksaan Agung Ingatkan Kejati Jabar Segera Proses Penyelewengan Proyek PJU Jabar yang Rugikan Negara Ratusan Miliar

Kejaksaan Agung Ingatkan Kejati Jabar Segera Proses Penyelewengan Proyek PJU Jabar yang Rugikan Negara Ratusan Miliar

12 Jan 2026 07:07
Dua Pakar Hukum Soroti Proyek PJU di Jabar yang Diduga di Mark Up, Minta Kejaksaan Segera Ungkap Pelakunya

Dua Pakar Hukum Soroti Proyek PJU di Jabar yang Diduga di Mark Up, Minta Kejaksaan Segera Ungkap Pelakunya

7 Jan 2026 06:59
Mengenal Sugianto Nelayan asal Indramayu yang Dapat Penghargaan dari Presiden Korea Selatan

Mengenal Sugianto Nelayan asal Indramayu yang Dapat Penghargaan dari Presiden Korea Selatan

5 Jan 2026 20:06
Bojan Hodak

Jelang Laga Persib Bandung vs Persija Jakarta, Bojan Hodak Ungkap Hal Ini

11 Jan 2026 01:20
Menjaga Narasi di Era Digital: Kisah Arif Mujahidin dan Relevansi Public Relations di Abad 21

Menjaga Narasi di Era Digital: Kisah Arif Mujahidin dan Relevansi Public Relations di Abad 21

0
Cesar Meylan Resmi Perkuat Timnas Indonesia, Jadi Tangan Kanan John Herdman, Ini Tugas Pentingnya

Cesar Meylan Resmi Perkuat Timnas Indonesia, Jadi Tangan Kanan John Herdman, Ini Tugas Pentingnya

0
Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Selasa 9 September 2025: Ada Galeri 24, Antam dan UBS

Update Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Senin 12 Januari 2026: Ada Galeri 24 dan UBS

0
Menghirup Oksigen Murni

Menghirup Oksigen Murni

0
Menjaga Narasi di Era Digital: Kisah Arif Mujahidin dan Relevansi Public Relations di Abad 21

Menjaga Narasi di Era Digital: Kisah Arif Mujahidin dan Relevansi Public Relations di Abad 21

12 Jan 2026 12:02
Cesar Meylan Resmi Perkuat Timnas Indonesia, Jadi Tangan Kanan John Herdman, Ini Tugas Pentingnya

Cesar Meylan Resmi Perkuat Timnas Indonesia, Jadi Tangan Kanan John Herdman, Ini Tugas Pentingnya

12 Jan 2026 11:14
Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Selasa 9 September 2025: Ada Galeri 24, Antam dan UBS

Update Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Senin 12 Januari 2026: Ada Galeri 24 dan UBS

12 Jan 2026 10:32
Diabetes Bukan Penyakit Menular, Ini Penjelasan Lengkapnya

Diabetes Bukan Penyakit Menular, Ini Penjelasan Lengkapnya

12 Jan 2026 10:02
  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Sertifikat JMSI
Hubungi Kami : [email protected]

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Opini
  • Indeks Berita

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.