TERASJABAR.ID – Pantangan setelah mengonsumsi obat kolesterol perlu diperhatikan agar manfaat pengobatan bisa diperoleh secara optimal.
Dengan mematuhi hal ini, kadar kolesterol dalam tubuh dapat lebih terkontrol sehingga risiko penyakit jantung dan stroke dapat ditekan.
Kolesterol tinggi dapat dialami siapa saja, namun kelompok usia 40–59 tahun tergolong lebih berisiko.
Hal ini disebabkan oleh menurunnya metabolisme tubuh seiring bertambahnya usia, termasuk kemampuan hati dalam membersihkan kolesterol jahat (LDL) yang tidak seefektif saat masih muda.
Untuk mengatasi kolesterol tinggi, dianjurkan menerapkan pola hidup sehat, seperti menjaga berat badan ideal, mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, dan berhenti merokok.
Pada kondisi tertentu, dokter juga akan meresepkan obat kolesterol.
Agar obat bekerja maksimal, beberapa pantangan perlu dihindari.
Meski efektif menurunkan kolesterol, obat ini tidak boleh dikonsumsi sembarangan.
Mengabaikan pantangan justru dapat mengurangi efektivitas obat dan meningkatkan risiko efek samping.
Pantangan tersebut meliputi konsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan kolesterol, seperti daging berlemak, jeroan, gorengan, serta makanan cepat saji.
Selain itu, makanan dan minuman tinggi gula juga sebaiknya dihindari karena dapat meningkatkan kolesterol jahat dan menurunkan kolesterol baik (HDL).
Buah grapefruit dan teh hijau juga perlu dihindari, terutama bagi pengguna obat golongan statin, karena dapat meningkatkan kadar obat dalam darah dan memicu efek samping serius.
Konsumsi alkohol dan kebiasaan merokok pun dapat menghambat kerja obat serta meningkatkan risiko gangguan hati.
Dengan mematuhi pantangan setelah minum obat kolesterol dan mengikuti anjuran dokter, pengobatan akan lebih efektif dan aman.
Jika kadar kolesterol tetap tinggi, konsultasi ulang dengan dokter sangat dianjurkan.-***











