TERASJABAR. ID – Pada pertengahan Desember 2025 pembunuhan sadis menimpa seorang bocah 9 tahun berinisial MMH yang meregang nyawa setelah menjadi korban penusukan di rumahnya sendiri di Komplek Bukit Baja Sejahter (BBS) III, Kota Cilegon, Banten. Tidak ada barang yang hilang di rumah milik politikus PKS tersebut.
Dua hari lalu pelakunya tertangkap saat tengah berusaha mengendap-endap di rumah seorang mantan anggota DPRD Kota Cilegon. Polisi menyebut bahwa pelaku akan melakukan pencurian di rumah mewah itu.
Informasi dari polisi yang dibenarkan Kapolda Banten pelaku diduga pembunuh bocah anak petinggi partai PKS dua pekan sebelumnya.
Pelaku yang dikaitkan dengan kasus pembunuhan anak ini sempat mengundang keraguan sejumlah pihak.
Salah satu yang meragukan pelaku yang tertangkap itu adalah pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri Amriel. Dia menyoroti begitu cepatnya polisi mengumumkan bahwa pelaku pencurian di rumah mantan anggota DPRD Kota Cilegon adalah pelaku pembunuhan yang menewaskan MAHM (9), Selasa (16/12/2025) lalu.
Menurut Reza, begitu cepatnya polisi mengumumkan pelaku pencurian adalah juga pelaku pembunuhan, terindikasi kuat itu bersumber dari pernyataan si pelaku pencurian saat diinterogasi awal oleh polisi.
Reza menyampaikan bahwa tidak ada barang yang hilang di rumah tempat kejadian pembunuhan anak politikus PKS di Cilegon, sedangkan pelaku yang ditangkap di rumah mantan anggota DPRD Kota Cilegon akan melakukan pencurian. Ada kontradiktif antara dua kasus dimana pelakunya orang yang sama.
Kalaulah benar, kata Reza, pelaku yang sama memiliki dua motif yang berbeda saat menyatroni dua rumah? Di rumah anggota PKS, pelaku datang tidak dengan motif instrumental (mendapatkan manfaat dari aksi kejahatan). Sementara di rumah mantan anggota DPRD, pelaku yang sama datang dengan motif instrumental. “Atau, jangan-jangan pelaku pencurian bukanlah pelaku pembunuhan?” ujar Reza.
















