Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq mengapresiasi kesiapan Kemdiktisaintek dalam memperkuat dimensi edukasi, riset, dan inovasi.
Dukungan perguruan tinggi dinilai strategis untuk mempercepat peningkatan kinerja pengelolaan sampah nasional, khususnya dalam membangun kesadaran publik, memperkuat kapasitas pemerintah daerah, serta mengoptimalkan fasilitas pengolahan sampah.
Sinergi kedua kementerian juga mencakup pengembangan jaringan kerja bersama, pertukaran data dan kajian, serta penyusunan model komunikasi, informasi, dan edukasi berbasis komunitas akademik.
Dengan dukungan riset dan teknologi dari perguruan tinggi, berbagai pendekatan penanganan sampah, baik di desa maupun perkotaan, ini diharapkan dapat berjalan lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
Kolaborasi ini sejalan dengan arah kebijakan ‘Diktisaintek Berdampak’, yang menegaskan bahwa pendidikan tinggi, sains, dan teknologi harus hadir sebagai solusi nyata bagi persoalan strategis bangsa.
Pelibatan aktif kampus dalam pengelolaan sampah nasional diharapkan melahirkan inovasi, memperkuat tata kelola, serta mendorong perubahan perilaku masyarakat demi lingkungan yang lebih berkelanjutan.***

















