Sejalan dengan kebijakan Diktisaintek Berdampak, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus mendorong penguatan peran perguruan tinggi sebagai pusat lahirnya talenta unggul yang dapat menciptakan inovasi dan solusi nyata bagi kebutuhan industri.
Kampus diharapkan menjadi motor penggerak riset terapan, hilirisasi teknologi, serta kolaborasi strategis dengan dunia usaha dan industri.
“Mahasiswa dan alumni punya posisi strategis sebagai knowledged workforce yang akan menjadi tulang punggung transformasi ekonomi nasional. Maka, pengalaman pendidikan tinggi harus dimanfaatkan secara optimal untuk membangun keberanian dalam menciptakan solusi,” ujarnya.
Mendiktisaintek menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara industri dan perguruan tinggi dalam menciptakan ekosistem inovasi yang berkelanjutan.
Industri yang mampu tumbuh dan bersaing secara global, menurutnya, adalah industri yang didukung oleh riset kuat, penguasaan teknologi, serta keterlibatan talenta unggul dari kampus.
Dalam konteks tersebut, Mendiktisaintek mengapresiasi industri nasional yang berhasil mengembangkan inovasi berbasis riset dan terus beradaptasi dengan kebutuhan pasar.
Model kolaborasi seperti ini diharapkan dapat diperluas untuk mendorong lebih banyak lahirnya industri berbasis sains dan teknologi di Indonesia.
Mendiktisaintek mengajak para peserta Novo Club untuk memiliki orientasi jangka panjang dalam membangun inovasi dan usaha. Ditegaskan bahwa pencapaian besar membutuhkan ketekunan, daya tahan, serta komitmen terhadap kualitas dan dampak nyata bagi masyarakat.
Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi serta mempercepat transformasi Indonesia menuju negara maju dengan daya saing global yang kuat.***
Sumber: Kemdiktisaintek


















