TERASJABAR.ID – Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Dapur Cigandamekar, Kab. Kuningan, diduga tidak layak dikonsumsi, sehingga 74 siswa penerima manfaat terindikasi keracunan. Namun masih beruntung mereka sudah mendapat pengobatan dari Pueskesmas.
Menurut keterangan, keracunan akibat menu MBG tersebut terjadi di daerah Kec. Sedong Cirebon, sedangkan dapurnya berlokasi di Desa Panawuan, Kec. Cigandamekar, Kab. Kuningan.
Kejadian ini sangat disesalkan oleh Koordinator Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kab. Kuningan Nissa Rachmi F., S.Gz. juga selaku Koordinator Satuan Tugas (Satgas) SPPI Wilayah Kabupaten Kuningan, kepada media, Sabtu (29/11/2025).
Peristiwa keracunan itu, kata Nisa, sudah disampaikan ke SPPG, dan sementara masih menunggu hasil dari lab. Ungkapnya.
“Kronologi kejadian, masak kloter kedua selesai pukul 07.00 WIB dilanjutkan dan ditiriskan setelah itu dipacking, sampai di sekolah pukul 09.40 WIB, lalu dilakukan tester oleh pihak sekolah pukul 10.00 WIB. Selanjutnya dikonsumsi dan, foodtray diambil oleh pihak SPPG sekitar pukul 11.00 WIB,” jelasnya.
Diketahui, jatah makanan MBG itu dibawa pulang oleh beberapa siswa dan dikonsumsi sore hari. Ternyata setelah makan tiba-tiba terasa mual dan pusing. Akibatnya 74 siswa terindikasi keracunan makan menu MBG tersebut .
Sebenarnya, pihak SPPG jauh sebelumnya sudah mensosialisasikan, bahwa menu MBG ini tidak boleh dibawa pulang. Ketentuan ini merupakan salah satu SOP yang harus dilakukan oleh pihak SPPG.
Akibat kejadian ini, operasional SPPG terhitung mulai tanggal (TMT) 28 November 2025 untuk sementara dihentikan sampai surat perintah operasional kembali diterima dari BGN.*

















