TERASJABAR.ID – Usus buntu atau apendisitis adalah peradangan pada appendix, yaitu organ kecil berbentuk kantong yang berada di bagian awal usus besar.
Penyebab utamanya biasanya berkaitan dengan penyumbatan pada saluran appendix, misalnya oleh tinja yang mengeras, infeksi, atau pembengkakan jaringan.
Jadi, makanan bukan satu-satunya penyebab langsung.
Namun, pola makan tertentu dapat meningkatkan risiko sembelit dan gangguan pencernaan yang berhubungan dengan penyumbatan tersebut.
Baca Juga: DATANG LANGSUNG! Footstep Footwear Bandung Gelar Loker Buat Tamatan SMK
Makanan dengan Kandungan Serat Rendah
Salah satu jenis pola makan yang sering dihubungkan dengan kemungkinan terjadinya usus buntu adalah rendahnya asupan serat.
Makanan yang minim serat dapat menyebabkan tinja menjadi keras dan sulit dikeluarkan.
Jika sembelit terjadi secara berulang, kemungkinan terjadinya sumbatan di saluran pencernaan bisa meningkat.
Makanan Cepat Saji
Makanan cepat saji seperti burger, kentang goreng, ayam goreng dengan tepung, pizza, serta produk olahan umumnya mengandung banyak lemak, garam tinggi, tetapi seratnya rendah.
Jika dikonsumsi secara berlebihan, makanan ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan dalam pola makan.
Kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji sering mengakibatkan seseorang kurang mendapatkan asupan sayur, buah, dan makanan segar.
Makanan dengan Kandungan Gula Tinggi
Makanan yang mengandung gula tinggi seperti kue manis, permen, minuman kemasan, soda, dan dessert sebaiknya dibatasi.
Konsumsi gula yang berlebihan dapat membuat pola makan menjadi kurang sehat, terutama jika menggantikan makanan yang kaya serat dan bergizi.***















