Kondisi stok nasional saat ini semakin kuat dengan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang telah mencapai 4,9 juta ton dan terus bergerak menuju 5 juta ton.
Data Badan Pusat Statistik juga menunjukkan tren kinerja produksi yang positif, di mana produksi beras nasional pada 2025 tercatat mencapai 34,69 juta ton atau meningkat 13,29 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyambut baik dukungan KTNA tersebut dan menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan pertanian merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak, khususnya petani sebagai ujung tombak produksi.
“Keberhasilan yang kita capai hari ini bukan karena satu orang, tetapi karena kerja keras kita semua,” ujarnya.
Sebagai bagian dari penguatan kolaborasi dan percepatan adopsi teknologi di tingkat petani, Kementerian Pertanian bersama KTNA akan menggelar Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan pada 20–26 Juni 2026 di Gorontalo.
Mentan menegaskan bahwa PENAS harus menjadi ajang strategis yang memberikan dampak nyata bagi peningkatan kapasitas petani.
“PENAS ini bukan sekadar ajang berkumpul, tapi harus menjadi panggung untuk menunjukkan hasil karya terbaik anak bangsa di sektor pertanian. Kita ingin petani melihat langsung teknologi, inovasi, dan alat mesin pertanian buatan dalam negeri yang bisa meningkatkan produktivitas. Ini bagian dari transformasi menuju pertanian modern dan mandiri,” tegasnya.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, akan digelar Gelar Teknologi (Geltek) yang menampilkan berbagai inovasi pertanian terbaru, mulai dari penggunaan drone, mesin tanam dan panen, hingga penerapan pola tanam modern seperti sistem Arkansas.














