Oleh kerana itu Prof Waryono mengungkapkan rasa bangganya dengan kehadiran BAZNAS, Forum Zakat (FOZ), dan POROZ yang bersatu dan bersinergi untuk bersama-sama mengawal zakat dalam upaya mengentaskan kemiskinan di Indonesia.
Sedangkan Wakil Ketua Umum PBNU Dr. K.H. Amin Said Husni, M.A., dalam kesempatan tersebut menitipkan pesan strategis mengenai pentingnya peran lembaga zakat dalam memitigasi dampak krisis global akibat perang yang terjadi antara Iran, Amerika dan Israel.
Menurutnya dampak perang tersebut dapat memunculkan efek domino yang berujung pada kenaikan harga kebutuhan pokok yang dapat beresiko semakin memperparah kemiskinan di Indonesia.
Menyikapi hal tersebut, PBNU sendiri tengah menginisiasi Gerakan Peningkatan Ketahanan Masyarakat, sebagai upaya membantu masyarakat meningkatkan ketahanannya dalam menghadapi krisis yang muncul sebagai dampak dari perang tersebut.
“Dampak dari perang ini berisiko memperparah angka kemiskinan yang sudah ada, jadi di sinilah zakat sebetulnya sangat diharapkan untuk bisa menjadi solusi dalam rangka meningkatkan ketahanan masyarakat dalam menghadapi masa sulit,” jelasnya.
Ketua POROZ Dr. KH. Moch. Bukhori Muslim, Lc., M.A., menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah menghadiri acara Halal Bihalal ini. Ia berharap, pertemuan dalam forum ini bisa semakin memperkuat pengelolaan zakat di Indonesia.
“Jika seluruh pengelola zakat kompak dan bersatu, insya Allah pengelolaan zakat di Indonesia akan semakin kuat, akuntabel, dan membawa berkah bagi seluruh masyarakat,” ujar Bukhori.***
Sumber: Siaran Pers BAZNAS














