Faisal juga mengajak seluruh pegawai BMKG, tanpa memandang latar belakang, untuk terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri.
“Belajar itu sepanjang hayat. Jadikan semua tempat sebagai sekolah dan semua orang sebagai guru. Observasi, pemantauan, analisis, hingga diseminasi informasi harus kita lakukan sebaik-baiknya untuk masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan bahwa pengamatan atmosfer di wilayah ketinggian seperti Citeko menjadi prioritas karena merepresentasikan kondisi atmosfer latar (background atmosphere) yang minim gangguan polusi lokal. Data ini sangat penting untuk memantau perubahan iklim global.***
















