Faisal juga menjelaskan perbedaan mendasar antara cuaca dan iklim dengan analogi yang mudah dipahami.
Menurutnya, cuaca bersifat dinamis dan berubah-ubah, sementara iklim merupakan sifat dasar atmosfer yang terbentuk dari proses panjang.
“Untuk mempelajari ‘perasaan’ atau cuaca, kita harus memahami ‘sifatnya’ terlebih dahulu, yaitu iklim. Inilah tugas Kedeputian Klimatologi, mempelajari sifat atmosfer secara luas agar data tersebut dapat digunakan sebagai dasar prakiraan meteorologi,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa tugas BMKG tidak hanya terbatas pada penyampaian informasi cuaca dan peringatan dini. Peran yang lebih besar adalah mendukung pembangunan lintas sektor, mulai dari swasembada pangan, air, energi, pariwisata, hingga pembangunan infrastruktur nasional.
“Ini tugas-tugas BMKG yang sering luput dari perhatian. Ketika dipahami, barulah terlihat bahwa data seperti kelembapan tanah pun sangat penting. Bahkan dulu Kementerian Pertanian sempat terkejut mengetahui BMKG memantau hal tersebut,” ujarnya.
Terkait penguatan kelembagaan, Faisal juga menyoroti pentingnya penataan organisasi teknisi infrastruktur agar lebih efektif dan efisien.
Dengan jumlah teknisi yang besar, ia berharap pengelolaan SDM ke depan dapat mendukung pemeliharaan peralatan secara optimal di seluruh unit pelaksana teknis.
















