TERASJABAR.ID – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) resmi menjalin kerja sama untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) generasi muda, terutama jurnalis kampus, agar lebih siap menghadapi perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Kemitraan ini juga bertujuan meningkatkan penyebaran informasi dan edukasi ketenagakerjaan kepada masyarakat.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman oleh Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, dan Ketua Umum IJTI, Herik Kurniawan, di Kantor Dewan Pers, Jakarta.
Kesepakatan yang berlaku selama tiga tahun itu mencakup pengembangan kapasitas SDM, penguatan literasi ketenagakerjaan, serta pemanfaatan berbagai sarana dan prasarana pendukung.
Cris Kuntadi menegaskan bahwa media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi ketenagakerjaan yang akurat, mudah dipahami, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Oleh karena itu, kolaborasi dengan IJTI tidak hanya berfokus pada peningkatan literasi ketenagakerjaan, tetapi juga pada penguatan kompetensi generasi muda agar mampu menyesuaikan diri dengan perubahan kebutuhan dunia kerja.
Menurutnya, kemajuan teknologi digital dan AI telah mengubah pola akses informasi sekaligus tuntutan kompetensi di pasar kerja.
Karena itu, peningkatan keterampilan melalui program upskilling dan reskilling perlu dilakukan secara berkelanjutan agar tenaga kerja muda tetap relevan dan kompetitif.
Selain itu, Cris menjelaskan bahwa Kemnaker memiliki ekosistem layanan ketenagakerjaan SiapKerja yang mencakup peningkatan kompetensi, penempatan tenaga kerja, pengembangan usaha, hingga perlindungan sosial.
Melalui kerja sama ini, informasi mengenai berbagai program tersebut diharapkan semakin mudah dijangkau oleh mahasiswa dan masyarakat luas, sehingga mereka tidak hanya menjadi penyebar informasi, tetapi juga agen perubahan yang mampu mendorong terciptanya masyarakat yang produktif, adaptif, dan berdaya saing.-***

















