ARCH:ID 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 23–26 April 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, dan menjadi edisi keenam sejak pertama kali diselenggarakan pada 2020.
Firman S. Herwanto selaku Wakil Ketua IAI sekaligus Direktur Program ARCH:ID, menjelaskan bahwa ARCH:ID 2026 mengangkat tema ‘Skema Sintesa’ yang menekankan pentingnya kolaborasi dan kesinambungan dalam praktik arsitektur, terutama dalam konteks perkotaan dan ekologi.
Tema ini sejalan dengan semangat Kementerian Ekraf dalam mendorong kolaborasi lintas subsektor ekonomi kreatif.
“Hari ini arsitektur tidak lagi bersifat individual. Perannya berkembang menjadi fasilitator bagi ekosistem industri kreatif. Skema Sintesa lahir dari kesadaran bahwa tantangan arsitektur saling terhubung dan hanya bisa dijawab melalui kerja kolaboratif,” ujarnya.
Firman juga menyoroti semakin kuatnya peran arsitek perempuan dalam lanskap arsitektur Indonesia, yang kini semakin terlihat dan mendapatkan ruang dalam perumusan gagasan besar ARCH:ID 2026.
Dalam kesempatan audiensi, IAI menyampaikan keinginannya agar Kementerian Ekraf dapat mendukung ARCH:ID secara berkelanjutan, termasuk penguatan jejaring internasional dan diskursus kebijakan perkotaan.
IAI juga membuka peluang bagi Wamen Ekraf untuk berpartisipasi dalam rangkaian ARCH:ID Conference 2026.
Melalui potensi kolaborasi ini, Kementerian Ekraf menargetkan arsitektur semakin diakui sebagai bagian integral dari ekonomi kreatif Indonesia, sekaligus berkontribusi dalam menciptakan ruang kota yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing global.
Turut mendampingi Wamen Ekraf Irene dalam audiensi tersebut yaitu Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Yuke Sri Rahayu serta Direktur Arsitektur dan Desain Sabar Norma Megawati Panjaitan.***


















