“Hakikat sekolah rakyat itu yang paling penting adalah aksesibilitas bagi kaum duafa, bagi masyarakat di Desil-1 dan Desil-2,” ujarnya.
Ia juga membuka ruang usulan berbasis temuan lapangan untuk melengkapi data resmi. “Kalau panjenengan bisa melihat secara langsung dan menurut kriteria orang ini layak, maka itu bisa juga diusulkan melewati tim,” tambahnya.
Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri, Andi, menyoroti kesiapan transisi dari sekolah rintisan ke sekolah permanen yang menjadi fokus tahun ini.
“Targetnya pembangunan SR permanen tahap dua sejumlah 100 titik diharapkan selesai di 20 Juni 2026, sehingga awal Juli kita sudah bisa moving ke sekolah permanen,” ujarnya.
Ia memastikan berbagai skenario telah disiapkan untuk menjamin keberlanjutan proses belajar, termasuk bagi sekolah yang belum memiliki fasilitas permanen.
Menutup arahannya, Mensos menegaskan pentingnya kedisiplinan dan integritas seluruh unsur penyelenggara Sekolah Rakyat.
“Mari kita tunjukkan bahwa seluruh pemangku kepentingan benar-benar disiplin, tegak lurus terhadap aturan, dan kerja dengan sepenuh hati,” pungkasnya.***
Sumber: Kemensos
















