TERASJABAR.ID – Beberapa jenis makanan diketahui dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal bila dikonsumsi secara berlebihan.
Oleh karena itu, penting bagi setiap orang untuk lebih selektif dalam memilih asupan harian guna menjaga fungsi ginjal tetap optimal.
Ginjal berperan penting dalam menyaring darah, membuang sisa metabolisme, mengatur tekanan darah, serta menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit.
Ketika organ ini terganggu, berbagai fungsi tersebut tidak berjalan dengan baik.
Selain faktor penyakit dan gaya hidup, pola makan juga berpengaruh besar terhadap kesehatan ginjal.
Salah satu jenis makanan yang perlu dibatasi adalah makanan tinggi garam atau natrium.
Konsumsi natrium berlebih membuat ginjal bekerja lebih keras dan dapat memicu tekanan darah tinggi yang berujung pada kerusakan ginjal.
Asupan natrium sebaiknya tidak melebihi 2.000 mg per hari. Makanan olahan seperti sosis, kornet, dan ikan asin termasuk yang perlu diwaspadai.
Selain itu, konsumsi protein berlebihan juga dapat membebani ginjal.
Meski protein penting bagi tubuh, jumlah yang terlalu tinggi menghasilkan lebih banyak limbah metabolisme yang harus disaring ginjal.
Orang dewasa dianjurkan mengonsumsi protein sekitar 55–60 gram per hari.
Makanan tinggi gula juga berisiko, karena dapat memicu diabetes yang berujung pada komplikasi ginjal. Produk seperti permen, cokelat, minuman manis, dan es krim sebaiknya dibatasi.
Fosfor pun perlu diperhatikan. Konsumsi berlebih dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal, jantung, dan tulang.
Makanan tinggi fosfor meliputi produk susu, ikan laut, daging, cokelat hitam, serta beberapa jenis sayuran dan kacang-kacangan.
Untuk mencegah gagal ginjal, biasakan minum air putih yang cukup, berolahraga rutin, menghindari rokok dan alkohol, serta memeriksakan kesehatan secara berkala, terutama bagi penderita diabetes atau hipertensi.-***
















